Gandeng MPKS Muhammadiyah, Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif

4 hours ago 4

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI beserta Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar kegiatan bertajuk Ramadhan Ceria, Berbuka Bersama 1000 Difabel di Masjid Baitut Tholibin, kawasan Gedung Kemendikdasmen RI, Senayan, Jakarta, pada Sabtu (14/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI bersama Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan “Ramadhan Ceria: Berbuka Bersama 1.000 Difabel.” Kegiatan yang berpusat di Masjid Baitut Tholibin, kawasan Gedung Kemendikdasmen RI, Senayan, Jakarta, kemarin ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial melalui momentum bulan suci.

Sekitar seribu penyandang disabilitas dari berbagai komunitas hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka mengikuti rangkaian acara berbuka puasa bersama dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Selain berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai unjuk kebolehan dari para penyandang disabilitas. Di antaranya, ada yang menampilkan hadroh, membacakan puisi, hingga mengaji Alquran dengan bahasa isyarat.

Dengan penuh percaya diri, para penyandang disabilitas menunjukkan keahlian mereka di hadapan tamu undangan. Ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mewujudkan potensi diri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof Abdul Mu'ti mengatakan, seluruh anak Indonesia memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan bermutu. Ia menyatakan, kondisi fisik, latar belakang ekonomi, maupun keadaan sosial tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas.

Menurut Mendikdasmen, pemerintah terus memperkuat kebijakan pendidikan inklusif agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat memperoleh kesempatan belajar yang setara. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas pendidikan inklusi di sekolah umum. Selain itu, jumlah sekolah luar biasa (SLB) juga terus bertambah.

Kemendikdasmen RI memperkuat pendidikan nonformal melalui berbagai program pelatihan keterampilan bagi anak-anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas. Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang bagi mereka untuk berkembang sekaligus meningkatkan kemandirian.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang. Kami meyakini semua anak Indonesia memiliki potensi untuk menjadi generasi hebat apabila diberikan kesempatan pendidikan yang baik," ujar Mendikdasmen sebelum momen berbuka puasa bersama para peserta pada Sabtu (14/3/2026).

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|