Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. / Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Lima remaja berusia 14–18 tahun meninggal dunia dalam kebakaran apartemen di Manlleu, Katalonia, Spanyol, Senin (16/2/2026) malam. Api diduga dipicu ledakan gas tertawa di ruang penyimpanan atap gedung.
Publik Katalonia, Spanyol, berduka seusai kebakaran hebat melanda sebuah gedung lima lantai di kawasan Manlleu. Insiden terjadi sekitar pukul 21.10 waktu setempat di Jalan Montseny.
AFP melaporkan, api dilaporkan berasal dari ruang penyimpanan (trastero) di area atap yang diduga telah dialihfungsikan secara ilegal sebagai tempat berkumpul. Seusai kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.41 oleh 13 tim pemadam kebakaran, petugas menemukan lima remaja dalam kondisi tidak bernyawa akibat menghirup asap pekat.
Selain korban jiwa, empat personel kepolisian dilaporkan mengalami luka ringan saat proses evakuasi.
Penyelidikan awal mengarah pada dugaan penggunaan gas tertawa atau nitrous oxide di ruang minim ventilasi tersebut. Kebocoran gas diduga terpapar nyala api dari korek sehingga memicu ledakan kecil yang dengan cepat menjalar menjadi kebakaran.
Tim investigasi dari Mossos d'Esquadra telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Area apartemen kini ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.
Wali Kota Manlleu, Arnau Rovira, menyebut tragedi ini sebagai hari paling kelam bagi kota tersebut. Pemerintah daerah Katalonia menetapkan masa berkabung selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.
Seusai evakuasi penghuni apartemen ke pusat sipil terdekat, otoritas setempat juga menyiapkan layanan pendampingan psikologis bagi keluarga korban dan warga terdampak.
Peringatan Bahaya Zat Kimia di Ruang Tertutup
Insiden ini menjadi peringatan keras mengenai risiko penggunaan zat kimia di ruang tertutup tanpa standar keamanan memadai. Selain membahayakan kesehatan, paparan gas yang bersinggungan dengan sumber api berpotensi menimbulkan kebakaran fatal.
Seusai investigasi resmi rampung, pemerintah daerah diharapkan memperketat pengawasan terhadap bangunan yang disalahgunakan, sekaligus meningkatkan edukasi bahaya penggunaan zat berisiko di kalangan remaja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































