Olahraga lari menjadi salah satu cara mencegah penyakit jantung dan hipertensi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika seseorang memiliki orang tua atau saudara yang menderita penyakit jantung atau hipertensi (tekanan darah tinggi), yang bersangkutan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa di kemudian hari. Faktor keturunan diketahui berperan penting dalam perkembangan penyakit jantung dan hipertensi.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FASCC menyebut, jika punya faktor keturunan dan orang itu memiliki gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, serta stres berkepanjangan, bisa berpotensi terkena penyakit jantung dan hipertensi. Karena itu, penting memahami hubungan antara faktor genetik demi mencegah sejak dini.
Febtusia menyatakan, beberapa jenis penyakit kardiovaskular memiliki komponen genetik yang kuat alias bisa diturunkan. "Faktor genetik dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan jantung, antara lain kadar kolesterol darah (LDL dan HDL), tekanan darah, kecenderungan terbentuknya plak lemak di pembuluh darah (aterosklerosis), serta fungsi jantung dan pembuluh darah," ujar Febtusia di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Menurut dia, dengan gaya hidup sehat, risiko penyakit jantung tetap dapat ditekan secara signifikan. Adapun jenis penyakit jantung yang sering diturunkan, adalah koroner, kardiomiopati, aritmia, dan hiperkolesterolemia familial.

6 hours ago
3
















































