Gelombang Panas Eropa Pecah Rekor, Inggris 36,9 Celsius

4 hours ago 3

Harianjogja.com, INGGRIS— Gelombang panas ekstrem yang melanda kawasan Eropa kembali memecahkan rekor suhu. Inggris selatan mencatat suhu mencapai 36,9 derajat Celsius pada Jumat (26/6/2026), melampaui rekor suhu tertinggi bulan Juni yang sebelumnya tercatat pada 1976.

Data dari Kantor Meteorologi Inggris menyebutkan lonjakan suhu ini menjadi yang keempat kalinya dalam tiga hari terakhir rekor panas terlampaui. Sebelumnya, suhu di sejumlah wilayah Inggris selatan sempat menyentuh 35,8°C, 36,1°C, hingga 36,4°C pada Rabu dan Kamis (25-26 Juni).

“Gelombang panas terus memecahkan rekor, dengan suhu tertinggi sementara untuk bulan Juni mencapai 36,9°C di Wattisham, Suffolk,” tulis badan meteorologi Inggris dalam pernyataan resminya di platform X.

Kondisi cuaca ekstrem ini mendorong otoritas setempat mengeluarkan peringatan merah sejak Senin (22/6/2026) untuk wilayah Inggris dan Wales. Awalnya, suhu diprediksi bisa menembus 39°C, meski kemudian prakiraan tersebut direvisi.

Tak hanya Inggris, dampak gelombang panas juga terasa di negara Eropa lainnya. Spanyol bahkan melaporkan ratusan korban jiwa akibat suhu ekstrem. Sistem pemantauan kematian nasional, MoMo, mencatat sebanyak 212 kematian terkait panas dalam periode 21 hingga 24 Juni.

Jumlah korban meningkat tajam dari hari ke hari. Pada Sabtu (20/6) tercatat 13 kematian, kemudian melonjak menjadi 38 pada Minggu (21/6), 66 pada Senin (22/6), dan mencapai 95 korban jiwa pada Selasa (23/6).

Selain korban jiwa, suhu ekstrem juga mencetak rekor baru di beberapa wilayah. Di kawasan utara Cantabria, suhu mencapai 43,7°C—menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah wilayah tersebut. Sementara itu, suhu malam hari yang tidak biasa juga tercatat di Kota Zamora dan Provinsi Almeria.

Meski suhu masih tinggi, Badan Meteorologi Spanyol (Aemet) tidak mengeluarkan peringatan merah pada Kamis (25/6). Suhu diperkirakan tetap berada di kisaran 37 hingga 38 derajat Celsius di sejumlah wilayah, disertai potensi hujan dan badai petir di beberapa daerah.

Gelombang panas yang melanda Eropa ini menjadi peringatan serius terkait perubahan iklim global. Para ahli menilai fenomena cuaca ekstrem seperti ini berpotensi semakin sering terjadi dan berdampak luas, mulai dari kesehatan masyarakat hingga sektor ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|