Harga Telur Bebek Anjlok, Peternak Jogja Protes Bagikan 30.000 Telur

1 day ago 5

Harga Telur Bebek Anjlok, Peternak Jogja Protes Bagikan 30.000 Telur

PPBN membagikan sekitar 30.000 butir telur bebek secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk protes anjloknya harga komoditas tersebut di kawasan Ringroad Utara UPN, Sleman, Minggu (10/5/2026) ist

Harianjogja.com, SLEMAN—Anjloknya harga telur bebek memicu gelombang protes dari kalangan peternak. Komunitas yang tergabung dalam Persatuan Peternak Bebek Nasional (PPBN) menyuarakan keluhan mereka dalam forum bertajuk “Rembug Nasional Peternak Rakyat” yang digelar di Sleman, Minggu (10/5/2026).

Aksi ini menjadi bentuk kegelisahan peternak atas kondisi pasar yang dinilai semakin tidak berpihak, terutama karena harga jual telur bebek kini berada di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP).

Ketua Umum PPBN, Mohammad Rosul, menegaskan situasi saat ini membuat peternak kesulitan bertahan.

“Harga telur bebek akhir-akhir ini anjlok, jangankan peternak untung, harganya saja sudah di bawah HPP,” ujarnya.

Harga Jual di Bawah HPP, Peternak Tercekik

Dalam dua bulan terakhir, biaya produksi justru meningkat tajam. Kenaikan harga pakan disebut menjadi faktor utama yang menekan margin peternak.

Salah satu peternak, Haryono, mengungkapkan harga pakan bebek petelur sudah naik hingga tiga kali lipat. Sementara itu, HPP berada di kisaran Rp1.732 per butir, sedangkan harga jual di pasar hanya sekitar Rp1.400 hingga Rp1.500.

Kondisi ini membuat peternak mengalami kerugian berkelanjutan. “Ini jelas tidak sehat. Harga pakan naik, tapi harga telur justru turun,” katanya.

Desak Pemerintah Intervensi Pasar

PPBN mendesak pemerintah segera turun tangan untuk mengontrol harga dan memperbaiki serapan pasar telur bebek. Mereka menilai tanpa intervensi, usaha peternak rakyat terancam gulung tikar.

Sebagai langkah lanjutan, PPBN berencana mengajukan audiensi dengan Komisi IV DPR RI guna menyampaikan langsung kondisi di lapangan.

“Kami ingin memastikan keberpihakan pemerintah terhadap peternak rakyat. Ketahanan pangan tidak boleh hanya jadi slogan,” tegas Rosul.

Aksi Simbolis: Bagi 30.000 Telur Gratis

Sebagai bentuk protes sekaligus kampanye, PPBN membagikan sekitar 30.000 butir telur bebek secara gratis kepada masyarakat di kawasan Ringroad Utara UPN, Sleman.

Aksi ini bukan sekadar berbagi, tetapi juga sindiran atas lemahnya harga dan buruknya tata niaga telur bebek saat ini.

Forum rembug tersebut dihadiri koordinator PPBN dari berbagai daerah di Pulau Jawa, menunjukkan persoalan ini bersifat luas dan tidak hanya terjadi di satu wilayah.

Ancaman ke Ketahanan Pangan

Jika kondisi ini terus berlanjut, peternak khawatir akan terjadi penurunan produksi telur bebek secara signifikan. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga berpotensi mengganggu rantai pasok pangan.

PPBN berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, mulai dari stabilisasi harga pakan, penguatan distribusi, hingga perlindungan harga jual di tingkat peternak.

Tanpa kebijakan yang berpihak, peternak rakyat dinilai akan semakin terpinggirkan di tengah tekanan pasar yang kian berat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|