Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa saham BUMN diketahui telah inbreng ke PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI yang akan menjadi holding operasional Danantara. Targetnya, seluruh BUMN nantinya akan dikelola Danantara pada akhir Maret 2025.
Setidaknya terdapat 13 emiten pelat merah yang telah melakukan imbreng saham ke BKI. Mereka antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Ada pula, PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Lalu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG.
Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat mengatakan mekanisme pengalihan saham BUMN ke Danantara berbeda dengan pengalihan saham emiten pada umumnya. Hal ini bisa terjadi karena ada pengecualian aturan untuk kepentingan pemerintah.
Lebih jauh, Samsul menjelaskan bahwa mekanisme pengalihan saham BUMN telah tercatat di keterbukaan informasi BEI. Adapun pengalihan dilakukan di luar transaksi bursa.
"Sehingga mekanisme pengalihan Danantara itu melalui warkatm, jadi yang diurus di KSEI itu yang scriptless, sehingga dilakukan di luar transaksi bursa," kata Samsul kepada media, dikutip Selasa (25/3/2025).
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) bakal mengelola seluruh perusahaan BUMN akhir Maret ini. Saat ini Danantara baru mengelola 7 BUMN besar.
Hal ini diungkapkan Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria, usai peluncuran Danantara di Istana Negara, Senin ( 24/2/2025).
"Seluruh BUMN masuk Danantara, jadi bukan hanya 7, seluruhnya," kata Dony. Ia menerangkan rencana itu akan dilakukan bulan depan, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Sebelum RUPS sudah harus pindah ke Danantara. Bulan Maret ini, akhir Maret ini," jelas Donny.
Namun menurutnya Lembaga Pengelola Investasi/Indonesia Investment Authority (INA) yang sudah dibentuk sebelumnya belum akan menjadi bagian dari Danantara.
"Iya (terpisah)," katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut.
(ayh/ayh)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Danantara Dibentuk, Bisa Bikin Pasar Saham RI Lebih Bergairah?
Next Article Superholding BUMN Bakal Mirip Temasek, Ini Profilnya