Ingin Investasi tapi Masih Ragu? Reksa Dana Bisa Jadi Langkah Awal

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Informasi tentang investasi kini semakin mudah diakses. Dari media sosial hingga aplikasi keuangan, masyarakat semakin akrab dengan istilah saham, obligasi, hingga reksa dana. Namun, memahami tidak selalu berujung pada keberanian untuk memulai.

Di balik meningkatnya literasi, masih banyak yang menahan langkah. Bukan karena tidak tahu, melainkan karena ragu, takut rugi, bingung memilih produk, atau tidak yakin harus mulai dari mana. Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia, Kristian S Manullang, melihat kondisi ini sebagai tantangan di pasar modal saat ini.

"Literasi sudah cukup tinggi, tetapi inklusi masih rendah. Artinya, yang benar-benar berinvestasi masih terbatas," ujarnya dalam Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana APRDI 2026 di Ruang Seminar, Tower 2 Lantai 1 IDX Jakarta, Senin (20/4/2026).

Keraguan sering kali menjadi penghambat yang tidak terlihat. Banyak calon investor khawatir salah memilih produk atau belum benar-benar memahami risiko.

Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana Indonesia (APRDI), Lolita Liliana, mengingatkan investasi memang tak lepas dari risiko. Nilainya bisa naik dan turun mengikuti kondisi pasar.

Namun, risiko tersebut bisa dikelola, salah satunya melalui diversifikasi dan pengelolaan oleh profesional. "Kalau belum tahu cara memilih saham atau obligasi, bisa lewat reksa dana," ujar Lolita.

Ia juga mengingatkan agar investor memahami profil risiko dan tidak sekadar ikut-ikutan tren.

Reksa dana sebagai jembatan

Di tengah keraguan tersebut, reksa dana menjadi penghubung antara pengetahuan dan praktik. Produk ini menghimpun dana masyarakat untuk diinvestasikan ke berbagai instrumen, sehingga investor tidak perlu mengelola portofolio secara langsung. Pengelolaan dilakukan oleh manajer investasi, sementara dana disimpan di bank kustodian dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan mekanisme ini, masyarakat bisa mulai tanpa harus memahami seluruh detail pasar keuangan. Akses yang semakin mudah juga membantu. Investasi kini dapat dimulai dari Rp 10.000 dan dilakukan secara daring.

"Kalau mau menjangkau lebih banyak masyarakat, memang harus terjangkau," kata Lolita.

Bagi yang masih ragu, langkah awal tidak harus langsung mengambil risiko besar. Salah satu pilihan yang kerap digunakan adalah reksa dana pasar uang, yang berinvestasi pada instrumen jangka pendek seperti deposito dan obligasi di bawah satu tahun.

Produk ini relatif lebih stabil dibandingkan jenis lain, meski tetap memiliki risiko. Dengan karakter tersebut, reksa dana pasar uang menjadi pilihan praktis bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi tanpa fluktuasi yang terlalu tinggi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|