Milisi Irak (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Arab Saudi menyatakan serangan terhadap target kelompok yang didukung Iran di Irak dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri. Saudi memperingatkan akan mengambil tindakan militer lanjutan jika kelompok tersebut kembali menyerang wilayah kerajaan.
Dalam pernyataannya pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan serangan yang dilakukan Angkatan Bersenjata Arab Saudi bersama Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyasar lokasi-lokasi tertentu di Irak yang dikaitkan dengan serangan terhadap fasilitas minyak kerajaan.
Kementerian menyatakan, operasi tersebut dilakukan berdasarkan hak membela diri yang dijamin hukum internasional sesuai Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Arab Saudi menuduh kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak menerapkan pendekatan yang tidak bertanggung jawab dan bersifat eskalatif meski kerajaan telah berupaya membantu meredakan ketegangan serta menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.
Menurut kementerian tersebut, kelompok-kelompok tersebut telah melanggar hukum internasional serta mengabaikan prinsip bertetangga yang baik dan persaudaraan sesama negara Islam.

3 hours ago
2












































