Harimau putih (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengatakan tak menemukan faktor kelalaian dalam kasus kematian harimau benggala putih milik Semarang Zoo. Menurut BKSDA Jateng, harimau betina bernama Anggun tersebut mati pada 27 Maret 2026.
Kepala BKSDA Jateng Dyah Sulistyari mengatakan, Anggun, yang merupakan koleksi Semarang Zoo, telah dihibahkan ke Rahmat Park and Zoo (R Zoo) di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara. Penghibahan itu dilakukan berdasarkan perjanjian kedua belah pihak.
Berdasarkan perjanjian tersebut, selain Anggun, Semarang Zoo turut menghibahkan seekor harimau benggala jantan bernama Ganza. Kedua harimau itu diangkut dari Semarang Zoo pada 17 Maret 2026. Menurut Dyah, dalam proses pengiriman ke R Zoo, selain sudah memenuhi persyaratan dokumen administratif, Anggun dan Ganza didampingi dokter hewan serta keeper satwa.
“Perlu kami sampaikan bahwa sebelum satwa harimau benggala Semarang Zoo dikirim ke R Zoo, selain kelengkapan berkas administrasi pengangkutan satwa yang dipenuhi oleh Semarang Zoo," ujar Dyah dalam keterangan.
Selain itu, tim kesehatan juga telah melakukan pemeriksaan kondisi kandang angkut satwa dan kesehatan harimau. Pemeriksaan dilakukan tim dokter hewan Semarang Zoo dan keeper R Zoo didampingi Tim Balai KSDA Jawa Tengah.
Dari hasil pemeriksaan disebutkan bahwa kandang angkut dalam kondisi layak serta satwa harimau benggala dalam kondisi sehat berdasarkan Surat Keterangan Sehat satwa 4. nomor: 6-20.5.01/PT.TSS/I||/2026 yang diterbitkan oleh dokter hewan Taman Satwa Semarang.
Namun setibanya di R Zoo, kondisi harimau putih betina bernama Anggun menurun. “Dalam perkembangannya harimau benggala Anggun mengalami penurunan kondisi hingga tidak bisa diselamatkan pada tanggal 27 Maret 2026,” ujar Dyah.

6 days ago
18

















































