Inovasi Pemasaran Kopi Menoreh secara Mobile Kopiroro Juara KIPP DIY

1 hour ago 1

Inovasi Pemasaran Kopi Menoreh secara Mobile Kopiroro Juara KIPP DIY Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan (tengah); Kepala Dinas Perindustrian Koperasi (Disperinkop) UKM Kulonprogo, Iffah Mufidati (kedua kiri);Inovator Kopiroro yang juga Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda pada Disperinkop UKM Kulonprogo, Ridwan Dhaniarsa Rachman (kiri); bersama tim menunjukkan penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) DIY 2025, di Kepatihan, Kamis (29/1 - 2026). / Harian Jogja/Lugas Subarkah

KULONPROGO—Program Kopi Roda Loro (Kopiroro) milik Pemkab Kulonprogo meraih penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) DIY 2025 seusai mampu memadukan pemasaran kopi mobile dengan pemberdayaan warga miskin berbasis Kopi Menoreh khas Menoreh.

Penghargaan ini menegaskan Kopiroro sebagai inovasi yang bukan hanya menjual kopi, tetapi membuka akses kerja, pendapatan, dan kebanggaan bagi warga sasaran melalui model dagang bergerak menggunakan sepeda motor, booth, serta pemasaran digital di marketplace. Program ini didanai Dana Keistimewaan (Danais) DIY dan dirancang berkelanjutan tiap tahun.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi (Disperinkop) UKM Kulonprogo, Iffah Mufidati, menjelaskan Kopiroro lahir dari potensi asli daerah, yakni Kopi Menoreh yang dibudi dayakan warga lereng Menoreh dengan karakter rasa yang telah dikenal luas.

“Kami melihat pada fenomena kekinian, di mana masyarakat kita sekarang sudah sangat membutuhkan kopi dan memang menjadi gaya hidup. Salah satu pendekatan yang dilakukan yakni dengan pemasaran atau layanan yang mobile,” ujarnya.

Konsep mobile, kata Iffah, tidak semata bergerak secara fisik, tetapi juga memaksimalkan Teknologi Informasi (TI) agar layanan cepat dan menjangkau pasar lebih luas.

“Jadi, teknologi digunakan agar masyarakat bisa mendapatkan layanan secara cepat, baik itu karena jemput bola fisik berkunjung langsung bertemu pelanggan, juga secara digital marketing-nya,” ungkapnya.

Program ini dimulai pada 2025 dengan dua unit Kopiroro yang dipantau ketat dari sisi animo pasar hingga kinerja sumber daya manusia (SDM). Dua pemasar, Mas Tri dan Mas Bakti, diseleksi lalu dibekali motivasi, kemampuan, serta inovasi agar pemasaran terus meluas.

Dalam delapan bulan berjalan, tren kinerja menunjukkan hasil positif. Omzet maksimal mencapai Rp11 juta atau lebih dari Rp1 juta per bulan. Dengan capaian ini, Pemkab Kulonprogo berencana menambah lima unit Kopiroro pada 2026.

SDM penerima manfaat diseleksi dari empat kapanewon sasaran pengentasan kemiskinan, yakni Girimulyo, Kokap, Pengasih, dan Sentolo.

“Jadi sasaran lokus dan penerima manfaat ini adalah dari keluarga yang masuk di DTKS [Data Keluarga Miskin],” ujarnya.

Mereka memperoleh paket lengkap berupa bimtek, sepeda motor, booth, peralatan kopi, dan bahan baku. Skema ini dirancang agar penerima merasakan tantangan sekaligus kebanggaan sebagai pedagang keliling Kopiroro yang berkelanjutan.

Di sisi hulu, Pemkab Kulonprogo juga membina produsen Kopi Menoreh yang produknya dipasarkan melalui Kopiroro.

“Jadi, ini pembinaan dari hulu sampai hilir. Hulunya membina pengrajin atau UMKM kopi. Budi dayanya ada di Dinas Pertanian. Lalu pascapanen, bagaimana kopi sampai ke konsumen dengan baik dengan segala macam cita rasa,” paparnya.

Inovator Kopiroro sekaligus Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda Disperinkop UKM Kulonprogo, Ridwan Dhaniarsa Rachman, menegaskan tujuan utama Kopiroro adalah menaikkan pendapatan keluarga warga miskin terseleksi melalui konsep ekonomi kreatif kopi mobile.

“Kopiroro juga mempunyai misi mengangkat dan mengenalkan Kopi Menoreh khas Kulonprogo kepada masyarakat luas melalui sajian minuman kopi premium kekinian. Bantuan usaha Kopiroro ini didanai melalui Dana Keistimewaan DIY yang terdiri dari bahan baku kopi Menoreh, peralatan penyajian kopi, dan booth kendaraan,” kata dia.

Inovasi ini berangkat dari kegelisahan atas kemiskinan di Kulonprogo. Bantuan yang diberikan bukan untuk habis pakai, melainkan sebagai modal kerja yang harus diputar. Penerima ditantang membangun daya juang dan kreativitas agar UMKM tumbuh mandiri dengan mental petarung.

"Terima kasih kepada Dewan Juri KIPP Tahun 2025 dan Biro Organisasi Setda DIY selaku penyelenggara lomba. Syukur alhamdulillah Kopiroro keluar sebagai juara. Ini merupakan kebanggaan bagi kami di Kulonprogo. Prestasi ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi kami untuk terus menyempurnakan inovasi ini agar memberikan dampak yang lebih luas,” katanya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|