Tentara Israel dan tim penyelamat di tengah puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan rudal Iran di Beersheba, Israel, pada Selasa, 24 Juni 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Israel meningkatkan tingkat kewaspadaan ke tingkat tertinggi di front dalam negeri dan memperkuat kesiapan angkatan udara dan sistem pertahanan udara seiring dengan memasuki pekan ketiga protes di Iran.
Dikutip Aljazeera, Senin (12/1/2026), hal ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan balasan Iran jika Amerika Serikat melakukan serangan militer terhadap Teheran.
Dalam rangka persiapan ini, pimpinan front dalam negeri mengeluarkan instruksi kepada otoritas lokal untuk bersiap sepenuhnya dan menyiapkan tempat perlindungan.
Hal itu dilakukan sambil menekankan untuk menghindari ancaman langsung terhadap Iran, agar tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Israel, dan berusaha memberi kesan bahwa kehidupan berjalan normal.
Terlepas dari kehati-hatian media ini, lembaga politik dan keamanan Israel terus mengadakan konsultasi intensif untuk mengevaluasi kesiapan sipil dan militer, di tengah keadaan siaga yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengantisipasi perkembangan mendadak terkait masalah Iran.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan melakukan kejahatan perang di Gaza, melakukan pembicaraan keamanan berkelanjutan dengan Kepala Staf Iyal Zamir.
Di samping sesi berturut-turut dengan kabinet mini untuk urusan politik dan keamanan "Kabinet", dalam konteks yang mencerminkan kesiapan untuk skenario yang mungkin mencakup konfrontasi militer dengan Iran.
Keadaan siaga
Lembaga keamanan Israel, dalam rapat tertutup, memperingatkan kemungkinan terjadinya konfrontasi mendadak di beberapa front, termasuk front Iran.

2 hours ago
2
















































