Jadi Korban Kecelakaan Pesawat ATR yang Jauh, Ini Pesan Terakhir Deden ke Sang Ayah

1 month ago 16

Mukhsin (80) menunjukkan foto anaknya yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kediamannya, Jalan Mesir II, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deden Maulana (43 tahun) menjadi salah satu penumpang dalam Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026). Hingga kini belum diketahui pasti kabar mengenai kondisi pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu.

Republika mencoba mendatangi kediaman Deden pada Senin (19/1/2026). Di rumah yang berlokasi di Jalan Mesir II, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, itu nampak sejumlah orang yang berdatangan.  Di antara mereka yang menengok adalah kawan-kawan sejawat korban.  

Ayah Deden, Mukhsin (80), mengaku pertama kali mendapatkan kabar bahwa anaknya kecelakaan pada Sabtu sore. Kabar itu disampaikan oleh menantunya menjelang waktu Maghrib tiba.

"Kemarin pas mau Maghrib, dari menantu saya. Dia pulang dari luar beli obat buat anak saya, terus ada berita begitu (anaknya kecelakaan pesawat)," kata dia dikutip Republika, Senin.

Ia mengatakan, anaknya itu sudah sekitar 20 tahun bekerja di KKP. Selama itu pula, sang anak itu kerap mendapatkan tugas untuk keluar kota.

Menurut Mukhsin, anaknya biasa selalu memberi kabar ketika hendak dinas keluar kota, meski mereka tidak tinggal bersama. Namun, ia tidak mendapatkan kabar dari anaknya ketika hendak tugas terakhir.

"Iya, (biasanya kasih kabar) minta doa. Kalau kemarin nggak bilang. Biasanya kalau mau berangkat ke mana-mana, ke Aceh, ke manapun, itu suka ngabarin, minta doanya," kata dia.

Mukhsin mengisahkan, terakhir kali berkomunikasi dengan anaknya pada Kamis pekan lalu. Ketika itu, anaknya itu memintanya dan istrinya agar selalu hati-hati.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|