Sinner akui kekalahan dari Djokovic sangat menyakitkan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Jannik Sinner mengalami kekalahan menyakitkan dari Novak Djokovic dalam laga semifinal lima set di Australian Open pada Jumat malam. Petenis Italia ini sempat unggul dua set tetapi gagal menyelesaikan pertandingan di Rod Laver Arena.
"Sangat menyakitkan," ungkap Sinner dalam konferensi pers pascapertandingan, mencerminkan kekecewaannya atas kekalahan tersebut, dikutip dari ATP. "Ini adalah Grand Slam yang sangat penting bagi saya," tambahnya.
Sinner, yang berusia 24 tahun, memasuki pertandingan dengan ambisi untuk meraih gelar Australian Open ketiga berturut-turut. Sebelumnya, ia telah mengalahkan Djokovic dalam lima pertemuan. Namun, pada pertandingan ini, ia gagal memanfaatkan peluang, hanya berhasil mengkonversi dua dari 18 break point melawan petenis berusia 38 tahun itu.
"Saya punya peluang, terutama di set kelima. Banyak break point, saya tidak bisa memanfaatkannya," ujar Sinner. Pertandingan tersebut digambarkan sebagai "roller coaster" oleh Sinner, dengan kedua pemain menampilkan level permainan yang tinggi sejak set pertama.
Pada final yang berlangsung Minggu (1/2), ini adalah pertama kalinya Sinner tidak berlaga di babak akhir Grand Slam sejak Wimbledon 2024. Meski kalah, ia tetap memuji Djokovic dan mengakui kehebatan permainan petenis Serbia itu. "Dia telah memenangkan 24 Grand Slam. Kami saling mengenal dengan baik," kata Sinner.
Sinner menambahkan bahwa meskipun Djokovic bermain lebih sedikit turnamen karena faktor usia, Grand Slam tetap penting bagi mereka. "Ada sedikit motivasi ekstra," imbuhnya, berharap bisa belajar dari kekalahan ini untuk meningkatkan permainannya di masa depan.
Setelah kekalahan ini, Sinner akan meninggalkan Melbourne dengan peringkat No.2 ATP, tetap sama seperti saat ia tiba.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 hour ago
1
















































