Fadlik Al Iman, Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta angkatan 1996, menapaki jalan sebagai aktivis pelestarian lingkungan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup bukanlah perjalanan singkat, melainkan proses panjang yang ditempa oleh pengalaman, konsistensi, dan keberanian untuk terus bersuara. Upaya menjaga alam menuntut kesadaran yang tumbuh dari waktu ke waktu, melalui keterlibatan langsung dengan persoalan lingkungan serta kepekaan dalam melihat dampak kerusakan yang terjadi di sekitar.
Konsistensi inilah yang mengantarkan Fadlik Al Iman, Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta angkatan 1996, menapaki jalan sebagai aktivis pelestarian lingkungan. Berawal dari keterlibatannya dalam Program Pendidikan Lingkungan Hidup di sembilan pulau di kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu, ia mulai aktif mengabdikan diri pada isu-isu lingkungan.
Fadlik dipercaya mengemban peran sebagai Koordinator Klub Indonesia Hijau (KIH) Regional 01 Jakarta. Amanah tersebut terus dijalankannya hingga kini, sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam mendorong kesadaran dan aksi nyata pelestarian lingkungan hidup.
Perjalanan Awal menjadi Aktivisme Lingkungan
Perjalanan ini dimulai pada tahun 1997 dimana Fadlik menjadi anggota Mapala Stacia UMJ. Kemudian ditahun 1998 sampai 2002 memulai program program bersama dengan KIH. Pada tahun 2001 ia bersama dengan aktivis lain mengkampanyekan Car Free Day yang akhirnya ada hingga sampai saat ini.
“Dulu program ini masih belum mendapatkan izin. Hingga akhirnya disetujui dan berlangsung hingga saat ini,” ujarnya.
Setelah itu, Fadlik menjalan pekerjaannya sebagai hobi di Yayasan Orangutan Indonesia (YAYORIN) pada tahun 2007 sampai 2010. Ia dipercaya menjadi Educator yang mengkampanyekan pentingnya pelestarian orangutan dan hutan untuk masa depan di kabupaten Kotawaringin Barat, Sukamara dan Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Baginya, perjuangan lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan, yang bertumpu pada tiga pilar utama: lingkungan, ekonomi, dan sosial. Karena itu, KIH terus menyuarakan kepentingan lingkungan, termasuk melalui program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang menjangkau hingga Timor Leste, bekerja sama dengan SAR Mapala Muhammadiyah.

2 hours ago
1
















































