Presiden Donald Trump menerangkan serangan ke Venezuela di klubnya Mar-a-Lago, Florida, Sabtu, 3 Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Operasi AS di Venezuela telah direncanakan dan dilatih selama berbulan-bulan. Demikian disampaikan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine pada Sabtu (4/1/2025).
"Operasi ini, yang dikenal sebagai Operasi Absolute Resolve, dilakukan secara diam-diam, tepat sasaran, dan dilaksanakan pada saat-saat paling gelap pada 2 Januari," kata Caine dalam sebuah pengarahan.
"Ini merupakan puncak dari perencanaan dan latihan selama berbulan-bulan; sebuah operasi yang terus terang hanya dapat dilakukan oleh militer AS," katanya menambahkan.
Dia mengatakan bahwa selalu ada kemungkinan pasukan AS akan ditugaskan untuk melakukan misi semacam itu lagi. Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa keluar negeri.
Sejumlah media memberitakan adanya ledakan di Caracas dan mengeklaim bahwa operasi tersebut dilakukan oleh anggota unit elite Delta Force.
Lebih dari 150 pesawat
Jenderal AS Dan Caine pada Sabtu mengatakan lebih dari 150 pesawat AS dikerahkan dan lepas landas dari 20 lokasi berbeda di darat dan laut selama misi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
"Sepanjang malam, pesawat mulai lepas landas dari 20 pangkalan berbeda di darat dan laut di seluruh belahan bumi bagian barat," kata Caine kepada wartawan.
sumber : Antara

1 month ago
21

















































