Jepang Lepas Cadangan Minyak Negara Imbas Perang Iran, Korsel Perketat Rotasi Kendaraan

4 hours ago 2

Sebuah papan harga digital terlihat di stasiun bensin Shell di San Francisco, California, AS, 18 Maret 2026. Harga minyak mentah telah melonjak sejak serangan militer AS dan Israel terhadap Iran bulan lalu, menaikkan harga rata-rata bensin reguler menjadi US$3,57 per galon secara nasional, sementara di California rata-ratanya naik menjadi 5,33 dolar AS per galon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jepang akan melepas cadangan minyak negara mulai Kamis di tengah kekhawatiran pasokan akibat perang AS-Israel terhadap Iran, kata Perdana Menteri Sanae Takaichi, Selasa (24/3). Langkah tersebut diumumkan dalam pertemuan kabinet yang membahas dampak eskalasi di Timur Tengah terhadap perekonomian Jepang.

Kebijakan itu diambil setelah pelepasan cadangan minyak dari sektor swasta dimulai pekan lalu.

Takaichi mengatakan cadangan minyak milik negara-negara Timur Tengah yang disimpan di Jepang juga akan mulai digunakan pada akhir bulan ini.

"Perdamaian dan stabilitas Timur Tengah sangat penting bagi Jepang dan komunitas internasional," katanya.

Ia menambahkan Tokyo akan terus "melakukan semua upaya diplomatik yang diperlukan dalam koordinasi erat dengan negara-negara terkait."

Takaichi juga mengatakan dirinya dan Presiden AS Donald Trump menegaskan pentingnya menjaga pasokan energi yang stabil.

Hal itu dilakukan dengan memastikan keamanan navigasi di Selat Hormuz, jalur utama transportasi minyak global, dalam pertemuan di Washington pekan lalu.

Menjelang pengumuman bersama Badan Energi Internasional, Takaichi pada 11 Maret mengatakan Jepang akan mulai melepas cadangan minyak sektor swasta setara 15 hari mulai 16 Maret.

Langkah tersebut akan diikuti pelepasan cadangan minyak negara setara satu bulan.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|