Newswire Senin, 24 Agustus 2026 15:57 WIB

Sejumlah petugas gabungan melakukan evakuasi terhadap pesawat tempur Sukhoi di landasan pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026). Pesawat tempur Sukhoi milik TNI Angkatan Udara tersebut tergelincir hingga keluar dari landasan pacu sisi barat (Runway 13) dan hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari TNI AU terkait penyebab maupun kronologi lengkap insiden tersebut. Antara/Hasrul Said
Harianjogja.com, MAKASSAR—Jet tempur Sukhoi milik TNI AU mengalami insiden tergelincir hingga keluar dari area runway 13 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Senin (24/8/2026). Pesawat tersebut kemudian terlihat berada di area rerumputan di luar landasan pacu sisi barat bandara.
Insiden itu menarik perhatian sejumlah pengguna Jalan Poros Makassar-Maros. Posisi jet tempur yang berada di area rerumputan terlihat jelas oleh pengendara yang melintas.
Berdasarkan video dan foto yang beredar, pesawat tempur tersebut keluar dari area runway 13 yang berada di sisi barat kawasan Bandara Sultan Hasanuddin. Jet kemudian terlihat berada di area rerumputan di luar landasan.
Di balik insiden tersebut, pesawat tempur Sukhoi memiliki sejarah panjang dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia. Salah satunya adalah rencana pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia yang disepakati pada 2017.
Indonesia Beli 11 Sukhoi SU-35 dari Rusia
Pemerintah Republik Indonesia pada 2017 membeli 11 pesawat tempur dari Rusia dengan sistem imbal balik dagang. Pengadaan Sukhoi SU-35 menjadi bagian dari program peremajaan armada tempur TNI Angkatan Udara.
Kesepakatan pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 tersebut menggunakan sistem imbal beli. Total nilai pengadaan mencapai US$1,14 miliar, lengkap dengan hanggar dan persenjataannya.
Pengadaan tersebut sempat memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan ancaman embargo dari Amerika Serikat. Namun, Menteri Pertahanan saat itu, Ryamizard Ryacudu, menyatakan Indonesia tidak akan terkena embargo meski membeli alutsista dari Rusia.
"Tidak ada embargo. Makanya kita dengan semua orang baik-baik, saya dengan Amerika itu baik-baik," kata Ryamizard di Gedung Kementerian Pertahanan, Selasa (22/8/2017).
Ryamizard mengatakan pembelian Sukhoi melalui sistem imbal beli merupakan tindak lanjut pelaksanaan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.
"Ini baru pertama kali kita merasakan UU itu, sebelumnya belum terlaksana. Pelaksanaannya goverment to government langsung, tidak ada perantara macam-macam," kata Ryamizard.
Sukhoi SU-35 Dikembangkan sejak 2003
Sukhoi SU-35 merupakan pesawat tempur yang dikembangkan perusahaan penerbangan asal Rusia, Sukhoi. Pengembangannya dilakukan pada 2003 hingga 2008.
Pesawat SU-35 pertama kali diperkenalkan kepada publik dalam gelaran Paris Air Show pada 2013. Pesawat tersebut disebut sebagai pesawat tempur generasi terbaru 4++ Generation.
Seperti varian sebelumnya, SU-35 merupakan pesawat tempur dengan berbagai keunggulan dan dapat diterjunkan dalam berbagai pertempuran.
Pesawat ini mampu bermanuver hingga 120 derajat ketika melakukan penyerangan. SU-35 juga memiliki kemampuan meningkatkan kecepatan saat lepas landas maupun mengurangi kecepatan ketika mendarat.
Kemampuan tersebut dapat dibaca pilot melalui sistem serba digital yang terpasang di dalam pesawat. SU-35 juga menggunakan mesin Luylka AL-31FM (AL-35F) yang lebih baik dari Su-27.
Kecepatan Sukhoi SU-35 Capai 2.400 Km per Jam
Dari sisi kecepatan, pesawat ini mampu mencapai 1.400 km per jam di atas laut. Sementara pada ketinggian 60 ribu kaki, kecepatannya mencapai 2.400 km per jam.
Harga satu unit SU-35 disebut berada di kisaran USD 40 juta atau setara Rp505 miliar hingga USD 65 juta atau Rp821 miliar untuk membuat satu unit pesawat Su-35.
Kekuatan utama SU-35 juga berada pada sistem sensornya. Radar jenis NIIP Tikhomirov Irbis-E diklaim mampu mendeteksi 30 target di udara dan empat objek di darat dengan jarak hingga 400 km.
Untuk persenjataan, pesawat ini dilengkapi 30 mm GSh-30 internal cannon yang mampu menembakkan 150 butir peluru.
SU-35 juga memiliki 12 slot yang terdiri dari dua wingtip rails dan 10 wing, yang dapat digunakan untuk membawa misil, roket, dan bom dengan bobot maksimal 8.000 kg.
Sementara itu, terkait insiden jet tempur Sukhoi di Bandara Sultan Hasanuddin pada Senin (24/8/2026), informasi mengenai kronologi lengkap maupun kondisi pesawat masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































