Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei berpidato di Teheran, ibu kota Iran, Sabtu 17 Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK—Surat kabar New York Times melaporkan pada Senin (24/2/2026) dini hari bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberi tahu para penasihatnya bahwa diria sedang mempertimbangkan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Termasuk menggulingkan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, jika Teheran tidak memenuhi tuntutan Washington selama upaya diplomatik yang sedang berlangsung.
Surat kabar itu menambahkan bahwa target serangan yang sedang dipertimbangkan itu meliputi markas Garda Revolusi Iran, fasilitas nuklir di negara itu, dan program rudal balistik.
Jika langkah-langkah ini tidak mendorong Teheran untuk memenuhi tuntutannya, Trump telah memberi tahu para penasihatnya bahwa dirinya akan tetap membuka kemungkinan untuk melancarkan serangan militer akhir tahun ini, yang bertujuan untuk membantu menggulingkan Pemimpin Tertinggi Iran.
Surat kabar tersebut mencatat adanya keraguan, bahkan di dalam pemerintahan, mengenai apakah tujuan tersebut dapat dicapai hanya melalui serangan udara.
Surat kabar tersebut menyebutkan bahwa di belakang layar, sedang dipertimbangkan sebuah proposal baru dari kedua belah pihak yang dapat menjadi jalan keluar dari konflik militer, yaitu program pengayaan nuklir yang sangat terbatas yang dapat dilaksanakan Iran secara eksklusif untuk tujuan penelitian medis dan pengobatan.
Menurut surat kabar tersebut, para negosiator senior Amerika dan Iran dijadwalkan bertemu di Jenewa pada Kamis dalam apa yang disebutnya sebagai negosiasi menit-menit terakhir.
Surat kabar tersebut menjelaskan bahwa pertemuan tersebut akan membahas proposal baru yang dapat menciptakan jalan keluar untuk menghindari pecahnya konflik militer, di saat Washington mengerahkan dua kelompok kapal induk ke wilayah tersebut dalam jangkauan target Iran.

1 week ago
15

















































