Tak Cuma Kehancuran Fisik, Ini Dampak Pahit Serangan Iran yang Akhirnya Dirasakan Zionis Israel.

2 hours ago 3

Personel layanan darurat memeriksa kerusakan di lokasi sebuah bangunan yang terkena rudal Iran di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Dampak perang yang sedang berlangsung di Iran terhadap ekonomi Israel terlihat dari angka-angka yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar tenaga kerja.

Perkiraan resmi menunjukkan bahwa sekitar setengah juta pekerja tidak masuk kerja pada saat pemerintah berusaha untuk menghidupkan kembali sebagian ekonomi untuk mengurangi kerugian.

Dilansir Aljazeera, Sabtu (7/2/2026), surat kabar Israel "Calcalist" mengutip perkiraan Kementerian Tenaga Kerja bahwa sekitar 490 ribu orang saat ini tidak bekerja akibat mobilisasi militer, pengangguran sementara, dan cuti tanpa gaji yang terkait dengan perang.

Data menunjukkan bahwa tingkat ketidakhadiran mencapai sekitar 11 persen dari tingkat yang tercatat selama perang pertama dengan Iran.

Meskipun terjadi ketidakhadiran yang luas ini, tingkat pengangguran tetap relatif rendah di 3,2 persen, menurut laporan "Calcalist" 2026 Januari.

Surat kabar tersebut menjelaskan bahwa angka tersebut hanya mencerminkan pengangguran yang sedang mencari pekerjaan, sedangkan kelompok yang tidak hadir juga mencakup tentara cadangan dan pekerja yang sedang cuti tanpa gaji.

Kementerian Tenaga Kerja Israel telah mengidentifikasi sejumlah sektor yang paling rentan terkena dampak perang, terutama yang bergantung pada kehadiran di lapangan dan kerumunan orang.

Menurut "Calcalist", sektor seni dan hiburan menempati urutan teratas dengan perkiraan penurunan aktivitas sekitar 20 persen.

Kementerian juga memperkirakan penurunan aktivitas di sektor pendidikan sekitar 10 persen akibat pemecatan pelatih di pendidikan informal dan guru tidak tetap ke cuti tanpa gaji.

Sementara sektor perdagangan mungkin mengalami penurunan sekitar 7 persne dalam volume aktivitas.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|