Karhutla di Gunung Ciremai Malam Ini Meluas, Petugas Terkendala Air dan Medan Terjal

1 week ago 32

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), semakin meluas, Selasa (8/9/2026) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), semakin meluas, Selasa (8/9/2026) malam. Petugas gabungan pun harus bekerja keras memadamkan api di tengah sulitnya air dan medan yang terjal.

Kebakaran terdeteksi pertama kali dari munculnya kepulan asap di wilayah kawasan lahan TNGC di Blok Cileutik, Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Api kemudian merembet ke Blok Cimaung dan Blok Manguntapa.

Cuaca ekstrem dan vegetasi yang kering akibat kemarau panjang membuat api dengan cepat meluas. Kondisi itu diperparah dengan embusan angin kencang yang sering berubah arah, sehingga membuat si jago merah sulit dikendalikan.

Meski demikian, upaya pemadaman di lapangan terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Kuningan, pihak TNGC, TNI, Polri, serta para relawan. Namun, posisi sumber air yang terlampau jauh, memaksa petugas harus menaklukkan kobaran api secara manual menggunakan sabetan ranting-ranting pohon dan peralatan seadanya.

Akses menuju titik api pun menjadi tantangan berbahaya yang harus dihadapi tim gabungan. Topografi medan yang terjal serta dipenuhi bebatuan tajam, menyulitkan tim untuk menjangkau titik api di dalam hutan.

“Memang ada beberapa kesulitan, (di antaranya) akses jalan cukup terjal dan banyak batu-batu, angin yang berubah-ubah arah, cuaca panas, sulitnya sumber air. Namun kita upayakan supaya sebaran api tidak meluas,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, Selsasa (8/9/2026).

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|