Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 16:57 WIB

Pesawat Jet Air parkir di apron Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (21/8/2026). Pihak Bandara Internasional Supadio mengatakan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional Bandara Supadio Pontianak sehingga menyebabkan 21 penerbangan pagi mengalami keterlambatan pada 18-21 Agustus 2026 akibat jarak pandang di bawah 1.000 meter. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/foc.\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sekitar wilayah Kalimantan untuk menurunkan hujan sebagai bagian dari upaya meredakan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Operasi tersebut kembali dilakukan secara intensif berdasarkan kondisi awan yang tersedia pada Minggu (23/8/2026).
Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan evaluasi teknis dan ketersediaan awan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“OMC menjadi salah satu prioritas kita. Hari ini sudah bisa kembali dilaksanakan secara intensif berdasarkan kondisi awan yang tersedia. Kita berharap hujan dapat segera turun di wilayah-wilayah yang membutuhkan sehingga membantu proses pemadaman di lapangan,” kata Suharyanto dalam keterangan resmi, Minggu (23/8/2026).
Hujan Dibutuhkan untuk Padamkan Bara Gambut
Suharyanto menjelaskan meningkatnya titik api di Kalimantan terjadi karena aktivitas hujan yang minim. Kondisi tersebut membuat api dapat lebih cepat menyambar.
Karhutla di Kalimantan juga memiliki karakteristik tersendiri karena banyak terjadi di lahan gambut. Bara yang berada di bawah permukaan dapat tetap hidup meskipun permukaan lahan terlihat sudah padam.
"Kondisi Karhutla di Kalimantan memiliki karakteristik yang berbeda karena banyak terjadi di lahan gambut. Permukaan lahan yang terlihat sudah padam belum tentu bara di bawahnya benar-benar mati. Karena itu, hujan dengan intensitas yang cukup menjadi salah satu faktor penting untuk membantu membasahi kembali lahan gambut dan memadamkan bara yang masih tersimpan," ujarnya.
Karena itu, hujan dengan intensitas yang cukup menjadi salah satu faktor penting dalam membantu membasahi kembali lahan gambut sekaligus memadamkan bara yang masih tersimpan di bawah permukaan.
BNPB Siagakan 30 Helikopter di Kalimantan
Selain OMC, BNPB menyiagakan kekuatan udara untuk mendukung penanganan Karhutla. Sebanyak 30 unit helikopter disiapkan untuk operasi water bombing dan patroli udara di wilayah Kalimantan.
Untuk wilayah Sumatra, BNPB menyiagakan 22 unit helikopter untuk mendukung penanganan Karhutla. Jumlah armada tersebut masih dapat bertambah sesuai kebutuhan petugas di lapangan.
Penambahan kekuatan juga dapat dilakukan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto maupun hasil koordinasi dengan Kementerian Pertahanan.
"Selain operasi udara, pemerintah memperkuat satgas darat dengan menambah perlengkapan bagi personel, termasuk Alat Pelindung Diri (APD) dan pompa air bertekanan tinggi (high-pressure pump)," jelasnya.
Tidak hanya helikopter dan perlengkapan personel, pemerintah juga mengalokasikan dukungan berupa mobil tangki air hingga 100 unit untuk setiap provinsi sesuai kebutuhan.
Armada mobil tangki tersebut dinilai dapat memperkuat distribusi air untuk mendukung operasi pemadaman darat di wilayah kabupaten dan kota yang terdampak Karhutla.
Kemenhub Fasilitasi Pesawat Registrasi Asing
Penanganan Karhutla di Kalimantan juga mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kementerian tersebut memfasilitasi penggunaan pesawat registrasi asing melalui percepatan perizinan, dukungan operasional, serta pengawasan keselamatan penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan pihaknya terus mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
"Termasuk melalui fasilitasi penggunaan pesawat udara registrasi asing untuk mendukung kegiatan pemadaman dan penanganan dampak bencana," kata Lukman dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Dengan kombinasi OMC, operasi udara, penguatan satgas darat, tambahan armada mobil tangki air, serta dukungan pesawat registrasi asing, pemerintah memperkuat penanganan Karhutla di Kalimantan. Upaya tersebut diarahkan untuk membantu pemadaman di lapangan sekaligus mengatasi karakteristik kebakaran di lahan gambut yang memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































