Harianjogja.com, SOLO— Kasus warga yang membutuhkan penanganan kesehatan mental di Kota Solo menunjukkan peningkatan. Data layanan Posyandu Plus mencatat persentase warga yang perlu dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan kesehatan mental mencapai 13,95% atau hampir 14% pada triwulan II 2026.
Ketua Pembina Posyandu Kota Solo Venessa Winastesia mengatakan peningkatan tersebut menjadi perhatian pemerintah. Posyandu Plus kini diperkuat agar kader mampu melakukan deteksi dini dan memberikan pertolongan pertama kesehatan mental sebelum warga memperoleh penanganan lebih lanjut dari tenaga profesional.
“Data itu naik menjadi jadi 10% pada triwulan I 2026 dan triwulan II 2026 melonjak menjadi 13,95% atau hampir 14%. Nah, ini tentunya menjadi perhatian kita semua,” kata Venessa dalam acara Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan berupa Pelatihan Mental Health First Aid bagi Kader Posyandu Plus di aula Dinas Kesehatan Kota Solo, kompleks Balai Kota Solo, Kamis (13/8/2026).
Ribuan Warga Akses Layanan Posyandu
Venessa menjelaskan Posyandu Plus merupakan salah satu program prioritas Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani. Program tersebut dikembangkan berbasis enam Standar Pelayanan Minimum (SPM), termasuk layanan kesehatan mental yang menghadirkan psikolog klinis.
Program Posyandu Plus 6 SPM dibentuk sebagai salah satu respons terhadap persoalan kesehatan mental, termasuk kasus bunuh diri di Kota Solo.
Pada 2025, sekitar 6.000 warga tercatat mengakses layanan di 630 Posyandu di Solo. Dari jumlah tersebut, sekitar 9% warga harus mendapatkan rujukan ke puskesmas untuk memperoleh penanganan kesehatan mental lebih lanjut.
Persentase tersebut meningkat menjadi 10% pada triwulan I 2026. Kemudian pada triwulan II 2026, angkanya kembali naik hingga mencapai 13,95%.
Venessa mengatakan persoalan kesehatan mental dapat dialami warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia.
Pemicunya pun beragam, mulai dari persoalan ekonomi, baby blues, perundungan atau bullying, putus cinta, hingga persoalan lainnya.
“Pengalaman kami banyak anak-anak yang menjadi korban bullying. Kadang orang tua tidak tahu harus ke mana ketika anak mereka menjadi korban bullying. Kadang ada trauma anak yang menjadi korban bullying,” ungkapnya.
Kader Posyandu Didorong Jadi Penghubung
Venessa mengatakan warga yang mengalami gangguan kesehatan mental dapat memanfaatkan layanan Posyandu Plus untuk berkonsultasi dengan psikolog. Apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut, warga dapat dibantu memperoleh rujukan ke puskesmas.
“Ketika mereka membutuhkan rujukan ke puskesmas bisa dibantu. Layanan kesehatan mental di Puskesmas bisa gratis,” paparnya.
Saat ini seluruh Posyandu di Kota Solo telah bertransformasi menjadi Posyandu Plus 6 SPM. Pemerintah Kota Solo juga berupaya memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, termasuk psikolog klinis, agar layanan dapat menjangkau kelompok usia yang lebih luas.
Venessa mengatakan Pemkot Solo bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia Soloraya, akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS), serta sejumlah perguruan tinggi di Soloraya yang memiliki program studi psikologi.
Menurut dia, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena merupakan warga setempat yang mengetahui kondisi lingkungan dan keluarga di wilayah masing-masing.
“Mereka merupakan warga setempat yang paham kondisi ekonomi setiap keluarga di wilayahnya, paham kondisi rumah tangga, bisa ikut membantu deteksi dini, bisa melakukan edukasi awal, bisa memberikan masukan atau motivasi agar warga yang mengalami gangguan kesehatan mental tidak kebacut [telanjur] namun mendapatkan pendampingan dari psikolog,” ujarnya.
Venessa menambahkan warga yang mengalami gangguan kesehatan mental terkadang hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan tanpa menghakimi. Karena itu, kader diharapkan mampu memberikan komunikasi awal yang empatik sekaligus menyampaikan informasi mengenai layanan kesehatan yang tersedia.
Kader Dibekali Mental Health First Aid
Untuk memperkuat kemampuan tersebut, kader Posyandu Plus mengikuti pelatihan Mental Health First Aid. Pelatihan tersebut membekali peserta dengan kemampuan mengenali gejala awal gangguan kesehatan mental, memberikan pertolongan pertama, melakukan komunikasi empatik, serta menghadapi berbagai simulasi kasus melalui role play.
Venessa mengapresiasi berbagai pihak yang ikut mendukung peningkatan kapasitas kader. Salah satunya Rotary Club of Solo Kartini yang memberikan materi pelatihan pada Kamis (13/8/2026).
Motivator sekaligus Trainer dan Ketua Rotary Club of Solo Kartini, Lia Taufiq, mengatakan pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan kepada para kader, tetapi juga membantu mereka menjaga kondisi psikologis agar tetap mampu menjalankan perannya di tengah masyarakat.
“Jadi setelah pelatihan para peserta diharapkan tahu cara tercepat untuk kembali ke diri, cara tercepat untuk move on, cara untuk reset energi secepatnya. Karena tak bisa dimungkiri kader merupakan manusia mengalami naik turun. Kader ini akan menyebarkan cara ilmu-ilmu ini kepada yang lain,” ujar Lia.
Ia mengatakan pelatihan tersebut pada dasarnya merupakan program berbayar bagi mitra lainnya. Namun, kegiatan bagi Pemkot Solo diberikan secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas kader Posyandu.
Penanganan Butuh Kolaborasi
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Solo Yusuf Bachtiar mengatakan upaya meningkatkan kesehatan mental masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
Menurutnya, penanganan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, komunitas, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap informasi, deteksi dini, pendampingan, hingga layanan profesional ketika membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dengan penguatan Posyandu Plus dan peningkatan kapasitas kader, pemerintah berharap persoalan kesehatan mental dapat dikenali lebih awal. Kader juga diharapkan menjadi penghubung antara warga yang membutuhkan pertolongan dengan layanan kesehatan yang tersedia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos

















































