BPJS: Keaktifan peserta JKN di Blora capai 68 persen.
REPUBLIKA.CO.ID, BLORA, – Tingkat keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, per Januari 2026 tercatat sebesar 68 persen. Angka ini masih berada di bawah target nasional yang ditetapkan dalam RPJMN 2025-2029 sebesar 80 persen, menurut Mulianto, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Blora.
Meski cakupan kepesertaan JKN di Blora telah mencapai 96,8 persen, angka tersebut belum memenuhi ambang batas Universal Health Coverage (UHC) 2025 sebesar 98,6 persen yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Dengan demikian, Blora masih memiliki selisih sekitar 12 persen untuk mencapai target keaktifan peserta dan 1,8 persen untuk memenuhi target cakupan UHC.
Rincian jumlah peserta JKN di Kabupaten Blora per Januari 2026 mencakup Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sebanyak 371.364 jiwa, Peserta Bukan Penerima Upah yang didaftarkan Pemda (PBPU Pemda) sebanyak 62.381 jiwa, Pekerja Penerima Upah (PPU) swasta sebanyak 81.140 jiwa, PPU negeri sebanyak 55.028 jiwa, serta PBPU dan Bukan Pekerja (mandiri) sebanyak 74.330 jiwa.
Perbedaan antara cakupan kepesertaan dan tingkat keaktifan menunjukkan masih adanya peserta yang terdaftar namun tidak dalam status aktif. Kondisi ini dapat mempengaruhi akses layanan kesehatan ketika peserta membutuhkan pelayanan medis. BPJS Kesehatan Blora berupaya meningkatkan keaktifan di berbagai klaster kepesertaan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Blora agar target RPJMN Nasional dapat terwujud di Blora.
"Kami berupaya agar dapat memastikan masyarakat Blora semakin merata dalam merasakan manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," tambah Mulianto.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 weeks ago
16

















































