Kebiasaan yang Wajib Dihindari Sebelum Tidur: Main HP Hingga Marah

16 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidur sering kali dianggap sebagai kegiatan pasif, padahal secara biologis, ini adalah periode paling krusial bagi tubuh untuk memulihkan diri. Banyak dari kita sering mengeluh merasa lelah saat bangun pagi, namun tanpa sadar tetap melakukan kebiasaan buruk seperti doomscrolling di media sosial (medsos) atau menonton maraton serial Netflix hingga larut malam.

Direktur Sleep Medicine Fellowship di Rush University Medical Center, dr James Rowley,  dampak tidur jauh melampaui sekadar menghilangkan rasa kantuk. "Tidur adalah bagian esensial dari kesehatan dan kesejahteraan Anda secara keseluruhan, yang memengaruhi segalanya mulai dari konsolidasi memori dan kekuatan sistem kekebalan tubuh hingga kesehatan kardiovaskular," ujarnya dikutip dari laman Women's Health pada Jumat (9/1/2026).

Bahkan, sebuah studi tahun 2025 dalam SLEEP Advances menemukan bahwa kurang tidur (di bawah tujuh jam semalam) secara signifikan berkaitan dengan penurunan angka harapan hidup. Untuk membantu mendapatkan kembali waktu istirahat yang berkualitas, para dokter spesialis tidur merangkum delapan kebiasaan utama yang harus segera ditinggalkan sebelum beranjak ke tempat tidur:

1. Paparan cahaya terang dan penggunaan gawai

Otak manusia didesain untuk merespons cahaya sebagai penanda waktu. Spesialis kedokteran tidur di Lee Health, dr Jose Colon, menjelaskan bahwa proses pelepasan melatonin, hormon kunci untuk tidur, terhambat oleh cahaya lampu maupun layar ponsel. “Cahaya terang memberi tahu otak Anda bahwa ini adalah siang hari, sementara meredupkan lampu memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya untuk istirahat,” kata dia.

Menariknya, penggunaan kacamata blue light mungkin bukan solusi ajaib. Studi yang dilakukan pada 2021 menunjukkan kacamata tersebut tidak secara objektif meningkatkan kualitas tidur jika kita tetap aktif di depan layar.

2. Mengonsumsi konten yang terlalu menstimulasi pikiran

Banyak orang merasa menonton TV atau mengecek email sebelum tidur adalah cara untuk bersantai. Namun, dr Pakkay Ngai dari Palisades Medical Center memperingatkan bahwa konten, baik yang lucu maupun berita yang menyedihkan, tetap akan memicu emosi dan membangkitkan kewaspadaan pikiran. 

Gairah emosional dinilai dapat meningkatkan detak jantung dan menjaga jaringan salience otak tetap aktif, sehingga menunda permulaan tidur. Jika terpaksa harus melihat layar, pilihlah konten yang sangat tenang dan tidak memicu reaksi emosional yang kuat.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|