Kedubes AS di Ryadh Terbakar Hebat Usai Diserang Dua Drone

3 hours ago 3

Drone kamikaze Shahed 136 dipamerkan saat pawai tahunan menandai Revolusi Islam 1979 di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, Rabu (11/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH — Ledakan hebat dilaporkan mengguncang kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Selasa (3/3/2026) dini hari. Insiden ini memicu kebakaran di area diplomatik tersebut menyusul serangan dua pesawat nirawak (drone).

Empat saksi mata melaporkan kepada Agence France-Presse (AFP) yang dikutip The Guardian mengungkap bahwa suara ledakan keras terdengar disertai kepulan asap di kawasan diplomatik yang merupakan lokasi sejumlah kedutaan asing dan kediaman para diplomat.

"Saya mendengar dua ledakan diikuti kepulan asap yang membumbung di atas kawasan tersebut," ujar salah seorang penduduk setempat. Laporan Fox News menyebutkan bahwa gedung kedutaan dalam keadaan kosong saat serangan terjadi, sehingga tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa kompleks kedutaan terkena hantaman dua drone yang mengakibatkan kebakaran "terbatas" dan kerusakan ringan.

Menyusul serangan tersebut, Misi Diplomatik AS di Arab Saudi segera menerbitkan notifikasi shelter in place (berlindung di lokasi) bagi seluruh personelnya di Jeddah, Riyadh, dan Dhahran. Pihak Kedutaan juga membatasi perjalanan non-esensial ke instalasi militer mana pun di kawasan tersebut.

"Kami merekomendasikan warga negara Amerika di Kerajaan Arab Saudi untuk segera berlindung di lokasi masing-masing. Misi AS terus memantau situasi regional yang berkembang," bunyi pernyataan resmi otoritas AS.

Eskalasi Serangan Balasan Ledakan di Riyadh ini terjadi di tengah gencarnya kampanye serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran terhadap negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi. Teheran mengungkapkan, serangan tersebut merupakan balasan atas rangkaian serangan udara gabungan yang dilakukan AS dan Israel terhadap wilayah kedaulatan Iran sebelumnya.

Hingga berita ini diturunkan, pasukan pertahanan udara Arab Saudi tetap dalam status siaga tinggi guna mengantisipasi serangan susulan yang menyasar aset-aset strategis maupun kawasan diplomatik di wilayah Kerajaan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|