Kejar Rp 4.110 Triliun, Airlangga Cari 15.000 Orang Warga RI

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut, teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) diproyeksikan akan memberi kontribusi sebesar US$ 15,7 triliun secara global pada 2030. Untuk Indonesia sendiri, teknologi AI Generatif berpotensi memberi kontribusi sebesar US$ 243,5 miliar (Rp 4.110 triliun).

"Indonesia adalah pasar yang sangat besar di masa depan dan dunia sedang berinvestasi di Indonesia. Kita menyaksikan persaingan bersejarah di antara raksasa teknologi global untuk mengamankan pijakan di pasar kita. NVIDIA telah berkomitmen sekitar US$ 100 miliar untuk chip pusat data AI terbuka dan minat mereka pada pasar ASEAN, khususnya Indonesia," ujar dia dalam sambutannya di acara World Engineering Day for Sustainable Development (WED) 2026 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Airlangga menambahkan, investasi tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia merupakan pasar potensial untuk sektor AI. Pengembangan dan pemanfaatan AI Generatif berpotensi untuk menciptakan pasar sebesar US$ 243,5 miliar dari ekonomi nasional.

Minat investasi dari perusahaan teknologi raksasa juga cukup tinggi di Indonesia, baik itu di bidang AI, cloud, maupun data center. Asal tahu saja, perusahaan teknologi, META berada di jalur yang tepat untuk menghabiskan sekitar US$ 65 miliar pada akhir tahun 2025 untuk memperluas infrastruktur AI. Selain itu, ada Alibaba yang menginvestasikan US$ 53 miliar selama tiga tahun mendatang untuk pengembangan infrastruktur cloud dan AI.

Bersamaan dengan itu, Airlangga menyebut, Indonesia memiliki peluang untuk menciptakan 1,8 juta lapangan pekerjaan hijau (green jobs) baru seiring agenda transisi ekonomi hijau sampai tahun 2030 mendatang.

Meski begitu, Airlangga menyadari bahwa jumlah insinyur di Indonesia masih tergolong sedikit. Oleh sebab itu, Pemerintah terus mendorong pengembangan semikonduktor, termasuk penambahan 15.000 insinyur di Tanah Air.

"Angka ini juga mewakili ribuan lapangan kerja yang harus diisi. Indonesia sedang menjadi pasar AI utama. Kita harus memastikan bahwa kita bukan hanya konsumen teknologi canggih, tetapi juga pencipta serta memiliki proses pembuatannya. Itulah mengapa Indonesia telah mengambil langkah strategis menuju sektor semikonduktor melalui Danantara," jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Airlangga, untuk memperkuat kualitas insinyur di Indonesia, diperlukan juga kerja sama dengan institut insinyur global dan para pengusaha untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Rencana pelatihan 15.000 engineer adalah bagian dari kesepakatan antara Danantara dan Arm Ltd yang penandatanganannya disaksikan oleh Presiden Prabowo di London, bulan lalu.

Menurut Airlangga, Arm diketahui menguasai sekitar 96% teknologi chip untuk sektor otomotif global serta hampir 94% desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan artificial intelligence. Melalui kerja sama tersebut, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|