Tim rukyatul hilal dari ormas Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya mengamati posisi hilal (bulan) di atas Masjid Al-Mabrur, Nambangan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (1/4/2022). Dalam pengamatan tersebut tim gagal melihat bulan yang menandai awal Bulan Ramadhan 1443 H.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) awal Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada 17 Februari 2026 di 96 lokasi di seluruh Indonesia. Sidang isbat akan digelar pada hari yang sama di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jalan M H Thamrin No. 6, Jakarta.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan keputusan akhir penetapan 1 Ramadhan 1447 H akan diumumkan secara resmi seusai sidang melalui konferensi pers.
"Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia," ujarnya, pekan lalu.
Acara ini dihadiri berbagai pihak, antara lain duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Selain itu, hadir pula perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, pakar falak dari berbagai ormas Islam, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, pondok pesantren, serta Tim Hisab Rukyat Kemenag.
sumber : Antara

3 weeks ago
19
















































