Kemenag Siapkan 'Kado' untuk Madrasah dan RA, BOS Senilai Rp 4,5 T Cair Sebelum Lebaran

1 week ago 14

Menteri Agama Nasaruddin Umar didampingi oleh Wakil Menteri Agama, Ketua Komisi VIII DPR, Ketua Majelis Ulama Indonesia dan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama saat menyampaikan hasil sidang isbat satu Ramadhan di Jakarta, Selasa (17/2/2026). Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Raudhatul Athfal (RA) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Tahap I Tahun Anggaran 2026 sudah masuk ke rekening penerima sebelum lebaran. 

Menteri Agama (Menag), Prof KH Nasaruddin Umar mengatakan, pencairan BOP RA dan BOS Madrasah bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi menjaga stabilitas operasional lembaga pendidikan Islam di momentum krusial menjelang hari raya.

“Target kami jelas, sebelum Idul Fitri dana sudah terealisasi. Lembaga tidak boleh terganggu aktivitasnya,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

“Presiden Prabowo sangat memperhatikan guru dan pendidikan. Pencairan BOP RA dan BOS Madrasah menjadi bentuk dukungan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu,”kata dia.

Menurut dia, anggaran yang akan dicairkan pada tahap I ini mencapai Rp 4,5 triliun, terdiri atas: Rp 428 miliar anggaran BOP RA dan Rp 4,1 triliun anggaran BOS Madrasah. “Anggaran ini diperuntukkan bagi sekitar 31 ribu RA dan 52 ribu madrasah swasta.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menjelaskan, tahun ini, pemerintah mengubah pola distribusi anggaran BOP RA dan BOS Madrasah. Jika sebelumnya dana disalurkan per triwulan, mulai 2026 mekanismenya dipadatkan menjadi dua tahap dalam setahun—berbasis semester.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|