Kemenko PMK Dorong Penguatan Inklusivitas dan Sinergi Kebangsaan

8 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong penguatan inklusivitas sosial dan sinergi kebangsaan melalui kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia nasional.

Dorongan tersebut disampaikan Staf Khusus Menko PMK Bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid, saat melakukan kunjungan silaturahim ke Kantor DPP (LDII) di Jakarta, Jumat (9/1/2025).

Ahmad Nurwahid menjelaskan, kunjungan tersebut dilatarbelakangi adanya kesamaan persepsi dan tujuan, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia serta peran organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan nasional.

“Ini kunjungan informal, tetapi karena sudah ada satu persepsi, kesannya menjadi seperti formal. Alhamdulillah saya bisa berkunjung ke LDII,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan mandat Kemenko PMK dalam membangun SDM unggul melalui sinergi lintas sektor dan elemen masyarakat.

“Sejumlah program yang dicanangkan Kemenko PMK ternyata telah diimplementasikan oleh LDII di lapangan, sehingga tinggal memperkuat aspek sinergi dan kolaborasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI itu menyoroti pentingnya inklusivitas, khususnya dalam komunikasi sosial. Ia mengakui masih adanya stigma di ruang publik yang memerlukan pendekatan sosialisasi berkelanjutan.

“Di luar sana masih ada stigma yang berkembang. Karena itu, diperlukan upaya membangun inklusivitas dan komunikasi sosial yang lebih optimal, apalagi di era digital,” katanya.

Menurutnya, perubahan terhadap tatanan sosial yang telah mengakar membutuhkan proses jangka panjang. Namun, melalui pendekatan inklusif dan terukur, upaya tersebut dapat dilakukan tanpa menimbulkan gesekan sosial.

Ia juga menekankan pentingnya membangun paradigma yang meniadakan dikotomi antara nilai keagamaan dan kebangsaan. Menurutnya, nilai-nilai agama justru mengandung semangat kebangsaan yang memperkuat persatuan di tengah pluralitas masyarakat Indonesia.

“Ketika kita bicara agama, di dalamnya juga termasuk kebangsaan. Inilah yang membuat bangsa Indonesia tetap inklusif di tengah keberagaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, berlandaskan Pancasila, silaturahim, dan sinergi seluruh elemen bangsa, Indonesia memiliki modal kuat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, terutama melalui peran aktif generasi muda.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran perwakilan pemerintah membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kekuatan sosial masyarakat dan pemegang otoritas negara.

“Kami adalah kekuatan sosial yang perlu bergandengan tangan dengan pemilik otoritas. Sinergi ini penting agar pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Ia berharap kunjungan ini menjadi awal kerja sama berkelanjutan, termasuk dalam program pembinaan kebangsaan dan penguatan wawasan nasional.

“Kami sepakat untuk terus memperkuat sinergi demi pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkarakter kebangsaan,” tutupnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|