Ketum PITI Serian Ingatkan Bangsa Indonesia Hindari Polarisasi Efek Perang Timur Tengah

4 hours ago 1

Ketua Umum Persatuan IsIam Tionghoa Indonesia (PITI), Serian Wijatno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Dunia saat ini sedang berada dalam fase "pemanasan" yang mengkhawatirkan. Ketegangan geopolitik dan konflik antarnegara terutama di kawasan Timur Tengah bukan sekadar berita di layar kaca, melainkan realitas yang membawa risiko polarisasi hingga ke akar rumput di Tanah Air.

Di tengah hiruk-pikuk kepentingan duniawi yang sering kali memecah belah, Ramadan dan Idul Fitri 1447 H hadir sebagai jangkar moral untuk menarik kita kembali pada esensi kemanusiaan.

Demikian dikemukakan pengamat sosial yang juga Ketua Umum Persatuan IsIam Tionghoa Indonesia (PITI), Serian Wijatno di Jakarta, dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (15/3/2026).

Dirinya memandang persaudaraan bangsa ini sering kali diuji ketika isu-isu global ditarik ke ranah domestik untuk kepentingan identitas.

“Kita harus waspada agar simpati kita terhadap dinamika dunia tidak berubah menjadi antipati terhadap saudara sendiri akibat perbedaan cara pandang,” ujar dia.

Sebagai bangsa yang majemuk, lanjut Bendahara Umum DMI ini, Indonesia memiliki modal sosial yang besar bernama ukhuwah wathaniyah.

Karena itu dia mengingatkan agar perlu ditekankan kepada segenap anak bangsa bahwa stabilitas nasional adalah harga mati yang tidak boleh ditukar dengan sentimen konflik luar negeri.

Dia khawatir dinamika dunia yang memanas sering kali membawa "virus" polarisasi melalui disinformasi dan narasi kebencian.

"Jika kita tidak memperkuat ikatan sebagai satu bangsa, maka energi kita akan habis untuk berkonflik secara internal, sementara dunia terus melaju dengan tantangannya" tutur anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat ini.

Lebih lanjut Serian mengemukakan bahwa dalam menyikapi Ramadhan dan menjelang Idul Fitri tahun ini ada tiga langkah strategis untuk memperkuat ukhuwah.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|