Kisah Anak Abu Jahal Jadi Pembela Rasulullah

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amr bin Hisyam alias Abu Jahal selalu memusuhi dakwah Islam di sepanjang hayatnya. Berulang kali tokoh musyrik Quraisy ini menghalangi Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan risalah kebenaran.

Namun, tidak selalu "buah jatuh di dekat pohonnya." Dalam arti, tidak semua anggota keluarga Abu Jahal mengikuti jejaknya. Di antara mereka adalah putranya sendiri, yakni Ikrimah.

Sejak remaja, Ikrimah bin Abu Jahal tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, kritis, dan berpikiran progresif. Sayang, waktu itu semangat kesukuan masih kuat dalam dirinya. Alhasil, kebenciannya pada Islam kala itu semata-mata didorong oleh fakta bahwa ayahnya, Abu Jahal, membenci agama tauhid tersebut.

Dalam Perang Badar, Abu Jahal termasuk yang tewas saat sedang menghadapi pasukan Muslimin. Sejak itu, bertambah besarlah kebencian Ikrimah terhadap Rasulullah SAW dan Islam.

Sepulang dari Perang Badr, Ikrimah tidak henti menyemangati penduduk

Makkah agar siap-siap membalaskan dendam. Kesempatan

datang dengan adanya Perang Uhud.

Bersama istrinya, Ummu Hakam, Ikrimah terus menguatkan mental keras orang-orang Quraisy. Awalnya, tanda-tanda kemenangan berpihak pada pasukan Islam. Kelompok yang dipimpin Ikrimah bahkan ikut terpukul mundur.

Namun, sekelompok pasukan musyrikin yang dipimpin Khalid bin Walid sukses memanfaatkan kelengahan pasukan Muslimin yang berjaga di bukit-bukit Uhud. Seketika, keadaan berbalik. Rasulullah SAW dan umat Islam terpojok oleh serangan balik yang dimulakan Khalid dan kawan-kawan.

Perang Uhud ini menjadi kekalahan yang menyakitkan bagi Islam. Banyak pejuang Muslim yang gugur. Rasulullah SAW sendiri mengalami luka-luka yang cukup parah. Bagi Ikrimah, inilah momentum pelampiasan dendam atas kematian ayahnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|