Kisah Anggita, Siswi SMAN 1 Bantul yang Lolos Paskibraka Nasional 2026

4 hours ago 4

Kisah Anggita, Siswi SMAN 1 Bantul yang Lolos Paskibraka Nasional 2026

Anggita Ayu Mahanani Hanifah, 16, siswi kelas X-H SMAN 1 Bantul yang lolos sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional mewakili DIY, Jumat (26/6/2026). Dokumentasi Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL— Perjalanan panjang Anggita Ayu Mahanani Hanifah akhirnya berbuah hasil membanggakan. Siswi kelas X-H SMAN 1 Bantul itu resmi lolos sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026 dan akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Remaja berusia 16 tahun asal Dayu, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Bantul, tersebut berhasil melewati rangkaian seleksi berjenjang sejak tingkat kabupaten hingga provinsi sebelum akhirnya dinyatakan lolos pada pengumuman seleksi nasional yang berlangsung pada Juni 2026.

Momen pengumuman menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Anggita. Ia mengaku sempat pesimistis karena merasa para peserta lain memiliki kemampuan lebih baik. Namun, saat namanya diumumkan sebagai wakil DIY, rasa haru langsung tak terbendung.

"Saya masih tidak menyangka. Sempat pasrah karena merasa teman-teman lain lebih unggul dari saya. Waktu pengumuman, saya langsung menangis. Rasanya terharu, bahagia, senang sekali dan bangga pada diri sendiri," ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Impian menjadi anggota Paskibraka ternyata telah tumbuh sejak Anggita masih duduk di bangku sekolah dasar. Ketika menyaksikan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia melalui tayangan televisi, ia terpesona melihat kekompakan dan kedisiplinan para anggota Paskibraka.

"Dulu lihat di TV keren sekali, semuanya berseragam dan kompak. Dari situ saya ingin menjadi seperti mereka lalu mulai mencari tahu apa itu paskibraka," katanya.

Tekad tersebut semakin kuat ketika ia menempuh pendidikan di tingkat SMP. Melihat kakak kelas menjadi anggota Paskibraka membuatnya semakin termotivasi untuk mencari informasi mengenai proses seleksi sekaligus mulai mempersiapkan diri sejak dini.

Seleksi Paskibraka Nasional 2026 yang diikutinya berlangsung secara bertahap. Anggita terlebih dahulu mengikuti seleksi tingkat Kabupaten Bantul pada Maret 2026, kemudian melanjutkan ke seleksi tingkat Provinsi DIY pada Mei 2026, hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai calon Paskibraka nasional pada Juni 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi langkah penting bagi Anggita untuk mewujudkan cita-citanya menjadi taruni militer Angkatan Darat. Kegemarannya terhadap kegiatan baris-berbaris menjadi salah satu alasan utama dirinya terus berjuang mengikuti seluruh tahapan seleksi.

"Saya memang sangat niat karena ini cita-cita sejak kecil. Saya suka baris-berbaris dan bercita-cita menjadi taruni militer Angkatan Darat," ujarnya.

Dalam menghadapi seleksi tingkat nasional, Anggita memperoleh dukungan penuh dari SMAN 1 Bantul. Sekolah memberikan berbagai pembekalan, mulai dari pelatihan public speaking, pendalaman sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga pembinaan minat dan bakat.

Pada sesi penampilan minat dan bakat, Anggita memilih membawakan Tari Montro, salah satu tarian khas Kabupaten Bantul, sebagai bentuk upaya memperkenalkan budaya daerah kepada tim penilai.

"Saya memilih Tari Montro karena ingin mengenalkan tarian dari daerah saya sendiri," katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Bantul, Sumarno, menjelaskan sekolah langsung menyusun berbagai persiapan setelah Anggita lolos seleksi tingkat provinsi. Bahkan, pihak sekolah mengundang orang tua Anggita agar dukungan yang diberikan dapat berjalan searah selama proses pembinaan menuju seleksi nasional.

"Kami memberikan pembekalan internal, mulai dari public speaking bersama sekretaris pribadi Bupati Bantul hingga menghadirkan pelatih Tari Montro sebagai kekhasan DIY," katanya.

Menurut Sumarno, pembekalan telah dimulai sejak Mei 2026 dan beberapa kali berlangsung hingga malam hari. Sekolah juga menghadirkan empat hingga lima narasumber dari berbagai bidang untuk memperkuat kesiapan Anggita dalam menghadapi tahapan seleksi Paskibraka Nasional 2026. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari karakter Anggita yang aktif dalam berbagai organisasi sekolah serta memiliki potensi yang terus berkembang.

"Alhamdulillah hasilnya Mbak Anggita lolos. Secara keseharian dia memang aktif di organisasi sekolah dan memiliki potensi yang baik," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|