REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Keteguhan iman seorang ulama zuhud kembali menjadi pelajaran berharga dalam sejarah Islam. Fuzail bin Iyaz dengan tegas menolak bahkan membuang harta pemberian dari Khalifah Harun ar-Rasyid, demi menjaga kemurnian nasihat dan kebebasan hati dari godaan dunia. Penolakan ulama zuhud terhadap harta pemberian penguasa ini menegaskan bahwa nasihatnya kepada penguasa tak boleh ternodai oleh dunia.
Dikisahkan Fariduddin Attar pada abad ke-12 dalam kitab Tadzkiratul Auliya, setelah Khalifah Harun ar-Rasyid mendapat nasihat dari seorang ulama zuhud bernama Fuzail bin Iyaz, Harun menangis pilu dan hampir pingsan.
Kemudian Harun ar-Rasyid bertanya kepada Fuzail, "Apakah engkau memiliki utang yang belum terlunasi?”
Fuzail menjawab, "Iya, utang ketaatan kepada Allah. Seandainya Dia menuntut pelunasannya dariku, celakalah aku."
Harun ar-Rasyid berkata, “Yang aku maksud adalah utang kepada manusia, wahai Fuzail."
Fuzail menjawab, "Aku bersyukur kepada Allah yang telah mengaruniakan kepadaku kecukupan, sehingga tidak ada keluh kesah yang perlu kusampaikan kepada hamba-hamba-Nya."
Kemudian Khalifah Harun ar-Rasyid meletakkan sebuah kantong berisi 1.000 Dinar di hadapan Fuzail.
Harun berkata kepada Fuzail, "Ini adalah harta halal yang diwariskan oleh ibuku."
Namun hal yang tak terduga terjadi, Fuzail menegur Harun ar-Rasyid dengan tegas.
Fuzail berkata, "Wahai Pemimpin kaum Muslimin, nasihat yang kusampaikan kepadamu ternyata tidak berbekas. Engkau bahkan telah kembali melakukan kesalahan dan mengulangi kezaliman."
Harun ar-Rasyid bertanya dengan heran, "Kesalahan apakah yang telah kulakukan?"
Fuzail menjawab, “Aku menyerumu menuju jalan keselamatan, tetapi engkau justru menjerumuskanku ke dalam godaan. Bukankah itu sebuah kesalahan? Telah kukatakan kepadamu, kembalikanlah segala sesuatu yang ada padamu kepada pemiliknya yang berhak. Namun engkau memberikannya kepada orang yang tidak pantas menerimanya. Percuma aku berkata-kata.”
Setelah berkata demikian, Fuzail berdiri dan melemparkan uang emas 1.000 Dirham itu ke luar.
Harun ar-Rasyid yang melihat itu berkata, “Benar-benar manusia yang agung. Sesungguhnya Fuzail adalah raja bagi umat manusia. Ia sangat tegas dan dunia ini terlampau kecil dalam pandangannya."
Selanjutnya Harun ar-Rasyid meninggalkan rumah Fuzail.
Fuzail ulama zuhud Bernama lengkap Abu Ali al-Fuzail bin Iyaz al-Talaqani, lahir di Khurasan. Diriwayatkan bahwa sewaktu masih remaja, Fuzail adalah seorang penyamun. Setelah bertobat, Fuzail pergi ke Kufah kemudian ke Makkah dan menetap beberapa tahun lamanya hingga wafatnya pada tahun 187 H/ 803 M.
Nama Fuzail cukup terkenal sebagai seorang ahli Hadits, dan keberaniannya dalam mengkhotbahi Khalifah Harun ar-Rasyid sering diperbincangkan orang.

7 hours ago
2
















































