Korban Gempa Myanmar Makin Melonjak, 3.000 Orang Meninggal Dunia

19 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat di Myanmar telah melampaui 3.000 orang, serta ratusan lainnya masih hilang.

Hal tersebut disebabkan oleh prakiraan hujan yang tidak sesuai musim yang menyebabkan petugas penyelamat dan bantuan kesulitan menjangkau para korban di negara yang dilanda perang saudara tersebut.

Melansir Reuters, Kamis (3/4/2025), gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter pada Jumat lalu itu merupakan salah satu gempa terkuat di negara Asia Tenggara dalam satu abad.

Gempa tersebut mengguncang wilayah yang dihuni 28 juta orang, merobohkan bangunan, meratakan masyarakat, dan membuat banyak orang kehilangan makanan, air, dan tempat tinggal.

Jumlah korban tewas meningkat menjadi 3.003 pada hari Rabu (2/4/2025), dengan 4.515 orang terluka dan 351 orang hilang.

Kedutaan Besar Jepang di Myanmar menjelaskan dalam unggahan akun Facebook-nya bahwa telah ada 53 pengangkutan bantuan melalui udara ke Myanmar, sementara lebih dari 1.900 petugas penyelamat tiba dari 15 negara, termasuk negara-negara tetangga di Asia Tenggara dan Tiongkok, India, serta Rusia.

Meskipun mengalami kehancuran, kepala junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing akan meninggalkan negaranya yang dilanda bencana pada hari Kamis untuk perjalanan langka ke sebuah pertemuan puncak regional di Bangkok, kata televisi pemerintah.

Ini adalah kunjungan luar negeri yang tidak biasa bagi seorang jenderal yang dianggap sebagai orang buangan oleh banyak negara dan menjadi subjek sanksi Barat serta penyelidikan Pengadilan Kriminal Internasional.

Hujan akan menambah tantangan yang dihadapi oleh kelompok-kelompok bantuan dan penyelamatan, yang telah menyerukan akses ke semua daerah yang terkena dampak meskipun terjadi pertikaian akibat perang saudara.

Militer telah berjuang untuk menjalankan Myanmar sejak kembali berkuasa dalam kudeta tahun 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil terpilih dari peraih Nobel Aung San Suu Kyi.

Para jenderal telah diisolasi secara internasional sejak pengambilalihan tersebut dan ekonomi Myanmar serta layanan dasar, termasuk perawatan kesehatan, telah hancur berantakan di tengah pertikaian tersebut.


(wia)

Saksikan video di bawah ini:

Video: 2.000 Orang Tewas, Pencarian Korban Gempa Myanmar Berlanjut

Next Article Potret Mencekam Gempa Bumi M 7,7 Guncang Myanmar, Gedung Roboh

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|