REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Sekolah Rakyat menjadi salah satu modal penting untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas. Hal itu disampaikan saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya, Jawa Timur, yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Sekolah tersebut telah mulai digunakan dan diikuti ratusan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Sekolah Rakyat adalah salah satu modal untuk mendukung Indonesia Emas,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai rencana sekaligus menegaskan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Selain meninjau fasilitas sekolah, Purbaya juga berdialog dengan para siswa. Ia berharap kesempatan belajar yang diperoleh para peserta didik dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus meningkatkan mobilitas sosial.
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari juga mengunjungi SRT 2 Surabaya. Ia meninjau berbagai fasilitas seperti ruang guru, asrama siswa, laboratorium, lapangan olahraga, masjid, dan fasilitas pendukung lainnya.
Menurut Qodari, sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 6,6 hektare tersebut memiliki fasilitas yang tidak kalah dengan sekolah swasta.
“Fasilitasnya luar biasa. Kalau kita melihat, biasanya sekolah-sekolah swasta yang sangat bagus dan sangat mahal memiliki fasilitas seperti ini, tetapi justru di sini ditujukan untuk kalangan yang kurang beruntung,” kata Qodari.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan dukungan perusahaan terhadap penyediaan infrastruktur pendidikan.
“Hampir 4.500 tenaga kerja kami kerahkan guna menyelesaikan proyek sekolah rakyat di Jawa Timur, termasuk SRT 2 Surabaya. Mereka bekerja siang dan malam secara bergantian demi mengejar bangunan agar bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar pada Agustus,” ujar Paulus.
Ia menjelaskan, Waskita Karya menerapkan sejumlah metode percepatan konstruksi, antara lain penggunaan half slab pada pelat lantai dua, distribusi material menggunakan hiab crane, pengecoran dengan concrete pump dan mobile crane, serta percepatan penyambungan daya listrik.
Menurut Paulus, Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mendukung pembentukan generasi unggul.
“Sesuai arahan pemerintah, Sekolah Rakyat bukan hanya sebagai tempat belajar, tapi juga lingkungan pendidikan terpadu. Maka kami rancang agar sarana pendidikan di Jawa Timur ini dapat menjadi model kawasan terintegrasi yang mampu mencetak generasi unggul penerus masa depan negara,” katanya.
Paulus menambahkan, Waskita Karya membangun Sekolah Rakyat di lima daerah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, dan Kota Surabaya, dengan total nilai kontrak mencapai Rp1,16 triliun.

2 days ago
16

















































