Ilustrasi salju. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca ekstrem di timur laut Jerman membuat Bandara Berlin lumpuh total, memaksa otoritas membatalkan 100 penerbangan akibat landasan pacu yang berubah menjadi arena seluncur es.
Lapisan es tebal menutupi landasan pacu sejak Kamis (5/2/2026) malam, sehingga pengelola bandara menghentikan seluruh operasional mulai pukul 19.30 WIB. Pemeriksaan teknis menunjukkan infrastruktur tidak lagi aman untuk pesawat lepas landas maupun mendarat. Akibatnya, 30 penerbangan keberangkatan dan 70 jadwal pendaratan dibatalkan, sementara penumpukan di terminal tidak terhindarkan.
“Landasan pacu benar-benar berubah menjadi arena seluncur es,” kata juru bicara bandara kepada AFP, Jumat (6/2/2026).
Layanan Cuaca Jerman (DWD) telah mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah timur Jerman, mencakup Potsdam hingga kawasan Laut Baltik. Gelombang dingin ini juga memicu serangkaian kecelakaan beruntun di jalan raya; di Potsdam, setidaknya 20 orang terluka. Otoritas memperketat pengawasan di jalur utama yang rawan membeku.
Krisis ini memunculkan perdebatan terkait penggunaan garam jalan untuk mencairkan es. Meski efektif mencegah kecelakaan, penggunaan garam secara masif dianggap merusak ekosistem lingkungan. Dengan suhu Januari 2026 tercatat jauh lebih rendah dibanding rata-rata tiga dekade terakhir, upaya mencari solusi ramah lingkungan menjadi tuntutan publik dan otoritas setempat.
Hingga saat ini, Bandara Berlin masih membersihkan landasan menggunakan alat berat, namun kondisi cuaca tetap menjadi tantangan utama. Penumpang diimbau memantau status penerbangan melalui aplikasi resmi atau pusat informasi maskapai. Otoritas berharap arus transportasi internasional dari dan menuju ibu kota Jerman dapat kembali normal dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































