Laporan Media AS Ungkap Kebohongan Trump: Rudal-Rudal Iran Masih Berdiri Tegak

5 hours ago 3

Sebuah proyektil melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 27 Maret 2026. Militer Israel melaporkan bahwa mereka telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel, beberapa di antaranya menghantam Israel tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran mempertahankan sebagian besar situs rudalnya di sepanjang Selat Hormuz. Teheran tetap bertahan meski diserang AS-Israel.  Demikian laporan The New York Times pada Selasa, mengutip penilaian intelijen rahasia dari awal bulan ini.

Laporan ini menyusul serangkaian publikasi di media Amerika yang membantah klaim Presiden Donald Trump bahwa militer Iran sebagian besar telah hancur selama kampanye pengeboman AS-Israel yang berlangsung dari 28 Februari hingga gencatan senjata berlaku pada 8 April.

Menurut Times, Iran telah memulihkan akses operasional ke 30 dari 33 situs rudal di sepanjang Selat Hormuz yang mampu menargetkan kapal perang dan tanker AS di jalur perairan sempit itu. 

Jalur tersebut menjadi tempat perlintasan 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair global.

Iran telah menutup jalur tersebut bagi yang mereka sebut sebagai "kapal musuh" sebagai tanggapan terhadap serangan udara AS dan Israe. Sejak serangan itu Teheran bersikeras pada hak untuk mengendalikan semua lalu lintas maritim dan memungut bea.

Penilaian intelijen yang dikutip oleh Times menegaskan kembali laporan sebelumnya bahwa Iran telah mempertahankan sekitar 70% peluncur rudal bergeraknya dan sekitar 70% dari persediaan rudal pra-perangnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|