Lewat BRIncubator, BRI Dorong UMKM Naik Kelas

10 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program BRIncubator milik BRI menjadi instrumen pendampingan bagi berbagai usaha mikro, kecil dna menengah (UMKM) binaan Rumah BUMN. Hal itu dilakukan agar mereka yang telah lolos kurasi lebih siap bersaing dan tumbuh berkelanjutan.

Corporate Secretary Bank Rakyat Indonesia (BRI) Dhanny mengatakan, BRIncubator menitikberatkan pada peningkatan kapasitas usaha melalui pelatihan terarah dan pendampingan intensif. Menurut dia, program ini dirancang untuk menguatkan UMKM yang telah melalui proses seleksi awal.

“BRIncubator merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi UMKM binaan Rumah BUMN yang telah lolos kurasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap bersaing,” ujar Dhanny dalam keterangan yang dikutip pada Ahad (11/1/2026).

Menurut dia, BRIncubator menjadi wujud komitmen BRI dalam mendorong UMKM berkembang dan naik kelas secara bertahap, namun tetap memiliki daya saing. “Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar,” jelasnya.

Salah satu UMKM yang merasakan dampak program tersebut adalah Iswara Food, produsen bumbu dan tepung bumbu kemasan asal Solo yang dikelola Dewi Aminah. Usaha tersebut lahir dari perjalanan hidup yang penuh tantangan dan proses bangkit dari keterpurukan.

Sebelum merintis Iswara Food, Dewi mengelola usaha batik di Pasar Klewer sejak awal pernikahan. Namun, musibah kebakaran besar membuat seluruh usahanya habis dan memaksanya memulai kembali dari nol.

“Awalnya saya punya usaha batik di Pasar Klewer dari awal mula pernikahan sampai umur anak saya ketiga. Bisnis batik itu luar biasa, cari uangnya gampang. Tapi kemudian semuanya habis terbakar saat kejadian kebakaran di Pasar Klewer,” kenang Dewi.

Cobaan kembali datang pada 2000 ketika anak ketiganya lahir dengan kondisi autis dan hiperaktif. Situasi tersebut mendorong Dewi belajar menyiapkan makanan sehat sesuai kebutuhan sang anak, meski sebelumnya tidak terbiasa memasak. Dari proses itu, ia mulai mengenal dunia bumbu dan olahan tepung.

“Awalnya saya nggak bisa masak, sampai akhirnya saya belajar dan bisa membuat bumbu-bumbu dalam kemasan ini. Tapi, saya bikin yang beda,” ujarnya. Dewi kemudian mengolah tepung mokaf menjadi beragam produk, seperti tepung ayam krispi dan tepung tempe mendoan.

Perkembangan Iswara Food semakin positif setelah Dewi mengikuti program BRIncubator dari Rumah BUMN BRI Solo. Program tersebut membuka wawasan baru, terutama dalam pemasaran dan pengembangan produk.

“Alhamdulillah, saya mendapat bimbingan dari BRI melalui program BRIncubator selama 10 hari yang membuat saya lebih percaya diri. Saya belajar pemasaran yang lebih tepat sasaran lewat media sosial, membuka toko online dari HP, meningkatkan kualitas produksi dan kemasan, hingga akhirnya pada 2024 mendapat kesempatan memperkenalkan produk lebih luas melalui BRI Expo,” lanjut Dewi.

Pendampingan tersebut tidak hanya berdampak pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga mendorong Dewi memberdayakan masyarakat sekitar. Ia melibatkan ibu-ibu yang membutuhkan, termasuk mereka yang ingin memulai usaha rumahan dengan modal terbatas.

“Saya juga melatih ibu anak yatim dan para istri dari warga binaan agar bisa berbisnis dengan modal kecil. Mereka dibimbing membuat produk, didampingi setiap bulan, hingga melahirkan usaha baru. Bagi yang siap, bisa menjadi produsen dengan merek sendiri, termasuk saya bantu gratis pengurusan PIRT dan halal. Dari rumah pun bisa, yang penting niat—Insya Allah akan ada jalan,” imbuhnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|