Pemain Paris Saint-Germain (PSG) Desire Doue (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Malam di Stade Louis II menjadi saksi betapa kerasnya mental juara diuji. Paris Saint-Germain (PSG) bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan AS Monaco 3-2 pada leg pertama playoff 16 besar Liga Champions, Selasa (17/2/2026) malam waktu setempat.
PSG kini membawa modal berharga menuju leg kedua. Hasil imbang cukup bagi sang juara bertahan Liga Champions ini lolos ke babak 16 besar.
Pelatih PSG Luis Enrique tak menyembunyikan rasa lega dan bangganya. Ia menyebut laga tersebut spesial sekaligus sarat perjuangan.
“Sungguh perjuangan yang berat. Ini pertandingan yang unik,” ujar Enrique kepada PSG TV seusai laga.
PSG memang sempat berada di tepi jurang. Monaco tampil tajam dan efektif. Dua kali mereka mampu lolos dari pressing agresif tim tamu dan mengonversinya menjadi gol. Situasi makin pelik ketika PSG gagal memaksimalkan peluang penalti, momen yang bisa saja meruntuhkan kepercayaan diri.
Namun, di situlah karakter Les Parisiens berbicara. Alih-alih panik, mereka merespons dengan determinasi. Gol demi gol tercipta, hingga angka di papan skor berbalik memihak tim tamu.
Enrique mengakui, menang di markas Monaco bukan perkara gampang. Dari enam lawatan terakhir ke stadion tersebut, PSG baru dua kali mampu membawa pulang kemenangan. Karena itu, hasil kali ini terasa lebih bermakna.
“Saya ingin memulai dengan memuji para pendukung kami. Ketika kami tertinggal 0-2, yang terdengar justru sorakan penuh keyakinan. Kemenangan ini saya persembahkan untuk mereka,” katanya.

3 weeks ago
3

















































