Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Sebanyak enam pamong kalurahan tercatat ikut meramaikan bursa Pemilihan Lurah (Pilur) Gunungkidul 2026. Mereka wajib mengundurkan diri dari jabatan pamong apabila ditetapkan sebagai calon lurah.
Kepala Bidang Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintahan Kalurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul, Kriswantoro, mengatakan terdapat 99 bakal calon lurah yang mendaftar dalam Pilur 2026.
Para bakal calon tersebut akan bersaing dalam pemilihan yang digelar di 31 kalurahan. Latar belakang pendaftar juga beragam, mulai dari petahana, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga pamong kalurahan.
"Dari 99 bakal calon, ada enam orang yang berasal dari kalangan pamong," kata Kriswantoro saat dihubungi, Minggu (23/8/2026).
Enam pamong tersebut berasal dari Kalurahan Siraman, Wonosari; Kalitekuk, Kapanewon Semin; Jurangjero, Kapanewon Ngawen; Girisuko, Kapanewon Panggang; Terbah, Kapanewon Patuk; serta Watugajah, Kapanewon Gedangsari.
Menurut Kriswantoro, saat ini seluruh bakal calon masih mengikuti tahapan seleksi administrasi yang dilakukan panitia pemilihan di masing-masing kalurahan.
Pamong Wajib Mundur Saat Jadi Calon
Kriswantoro menjelaskan terdapat ketentuan khusus bagi pamong kalurahan yang mengikuti Pilur. Mereka tidak perlu langsung meninggalkan jabatannya ketika mendaftar sebagai bakal calon.
Namun, apabila dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai calon lurah, pamong tersebut wajib mengajukan pengunduran diri.
"Penetapan calon dilaksanakan 8 September 2026. Kalau lolos [sebagai calon] maka yang bersangkutan harus membuat surat pengunduran diri kepada lurah dan ditembuskan ke panitia pemilihan," katanya.
Ia berharap seluruh rangkaian tahapan Pilur Gunungkidul dapat berjalan lancar hingga hari pemungutan suara. Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada 26 September 2026.
Rencananya, pemungutan suara digelar di 230 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 31 kalurahan.
"Coblosan dilaksanakan 26 September 2026," imbuh Kriswantoro.
Salah satu pamong yang ikut dalam bursa Pilur 2026 adalah Ulu-Ulu Kalurahan Jurangjero, Kapanewon Ngawen, Supriyanto. Ia membenarkan telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon lurah di wilayah tersebut.
Menurut Supriyanto, berkas pendaftaran telah diserahkan kepada panitia dan kini masih menjalani proses seleksi administrasi.
"Sesuai dengan ketentuan, maka saat ditetapkan sebagai calon lurah, saya siap mundur dari jabatan sebagai Ulu-Ulu Jurangjero," katanya.
Ia mengaku maju dalam Pilur setelah mendapatkan dukungan dari masyarakat. Selain itu, pencalonannya menjadi bagian dari keinginan untuk memberikan pengabdian yang lebih besar bagi pembangunan Kalurahan Jurangjero.
"Mohon doa dari semuanya. Semoga bisa menggayuh sampai dengan tujuan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































