Jumali Minggu, 10 Mei 2026 20:37 WIB

Gorengan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Sejumlah makanan favorit sehari-hari ternyata dapat mengandung zat kimia bernama akrilamida yang berpotensi meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang.
Akrilamida terbentuk secara alami ketika makanan kaya pati dimasak pada suhu tinggi, terutama melalui proses menggoreng, memanggang, atau menyangrai di atas 120 derajat Celsius.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA menyebut zat tersebut banyak ditemukan pada makanan nabati yang diproses dengan suhu tinggi.
Meski penelitian mengenai dampaknya terhadap manusia masih terus berlangsung, akrilamida telah diklasifikasikan sebagai karsinogen potensial.
Berikut lima makanan dengan kandungan akrilamida tinggi dan harus dibatasi konsumsinya, seperti dilansir dari Times of India:
1. Keripik Kentang dan Gorengan
French fries dan keripik kentang menjadi salah satu sumber akrilamida tertinggi.
Zat ini terbentuk ketika gula alami dalam kentang bereaksi dengan asam amino selama proses penggorengan atau pemanggangan bersuhu tinggi.
Semakin gelap warna hasil gorengan, kandungan akrilamida biasanya semakin tinggi.
Beberapa penelitian keamanan pangan menunjukkan kadar akrilamida pada keripik kentang dapat mencapai lebih dari 2.000 mikrogram per kilogram.
Untuk mengurangi risikonya, metode memasak seperti merebus atau menggunakan air fryer dapat menjadi alternatif yang lebih aman.
2. Biskuit dan Kue Kering Kemasan
Biscuit dan kue kering kemasan juga termasuk makanan dengan kandungan akrilamida cukup tinggi.
Produk ini umumnya dipanggang pada suhu tinggi dan mengandung gula rafinasi yang mempercepat pembentukan akrilamida.
Kadar zat tersebut dalam biskuit dapat berkisar antara 160 hingga 1.000 mikrogram per kilogram tergantung bahan dan metode produksi.
Sebagai alternatif, camilan buatan sendiri dengan gula lebih rendah dan tepung gandum utuh dinilai lebih baik untuk kesehatan.
3. Roti Panggang Terlalu Gelap
Toast yang dipanggang terlalu lama hingga berwarna cokelat gelap juga dapat menghasilkan akrilamida lebih tinggi.
Semakin gelap warna roti, semakin besar kemungkinan terbentuknya zat kimia tersebut akibat pemanasan ekstrem.
Penelitian menunjukkan kadar akrilamida dalam roti panggang dapat mencapai 500 mikrogram per kilogram pada tingkat kematangan tertentu.
Karena itu, roti panggang berwarna keemasan terang lebih disarankan dibanding roti yang terlalu gosong.
4. Kopi Instan
Instant coffee diketahui mengandung akrilamida yang terbentuk saat proses penyangraian biji kopi.
Kopi instan umumnya memiliki kadar akrilamida lebih tinggi dibanding kopi seduh biasa.
Data penelitian menunjukkan kopi seduh mengandung sekitar 5 hingga 20 mikrogram per liter, sedangkan kopi instan bubuk bisa mencapai 100 hingga 400 mikrogram per kilogram.
Memilih kopi sangrai ringan hingga sedang dapat membantu mengurangi paparan zat tersebut.
5. Sereal Sarapan Kemasan
Breakfast cereal seperti corn flakes dan wheat crisp juga termasuk makanan tinggi akrilamida.
Proses pemanggangan suhu tinggi pada produk sereal menyebabkan pembentukan zat kimia tersebut, terutama pada produk dengan kandungan gula tinggi.
Kadar akrilamida pada sereal sarapan kemasan dilaporkan dapat mencapai lebih dari 1.000 mikrogram per kilogram tergantung metode pengolahan.
Alternatif yang lebih sehat antara lain oat, gandum utuh, atau biji-bijian yang dimasak secara tradisional.
Mengurangi risiko paparan akrilamida tidak berarti harus sepenuhnya menghindari makanan tersebut. Yang terpenting adalah membatasi konsumsi berlebihan dan memilih metode memasak yang lebih sehat.
Memperbanyak konsumsi sayur, buah segar, serta makanan minim proses juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































