
Pebalap Motogp Pecco Bagnaian. /Instagram-pecco63.
Harianjogja.com, LE MANS—Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, sukses memecahkan rekor lap tercepat sepanjang masa di Sirkuit Le Mans saat sesi kualifikasi MotoGP Prancis 2026, Sabtu (9/5/2026). Meski demikian, pole position justru diraih rekan setimnya, Francesco “Pecco” Bagnaia.
Marquez tampil impresif pada sesi kualifikasi dengan mencatatkan waktu 1 menit 29,288 detik. Catatan tersebut sekaligus menjadi rekor lap terbaik baru di Sirkuit Le Mans setelah melampaui torehan sebelumnya milik pembalap Prancis, Fabio Quartararo.
Rekor sebelumnya dicatat Quartararo dengan waktu 1 menit 35,610 detik pada MotoGP Prancis 2025. Torehan Marquez membuat lintasan Le Mans kembali mencatat sejarah baru dalam persaingan MotoGP musim ini.
Catatan waktu fantastis itu dibukukan Marc Marquez saat menjadi pembalap tercepat pada sesi Q1. Performa agresif juara dunia tujuh kali tersebut memperlihatkan dominasinya bersama Ducati Lenovo di MotoGP Prancis 2026.
Namun, posisi start terdepan pada balapan utama tetap menjadi milik Francesco “Pecco” Bagnaia. Pembalap Ducati Lenovo tersebut berhasil mencatat hasil lebih baik pada sesi penentuan pole position.
Pole position di MotoGP Prancis 2026 menjadi yang pertama bagi Pecco Bagnaia musim ini. Selain itu, capaian tersebut juga mengakhiri penantian panjang selama 198 hari sejak terakhir kali meraih pole pada MotoGP Malaysia.
Persaingan Marc Marquez dan Pecco Bagnaia di Le Mans diprediksi semakin memanaskan perebutan podium MotoGP Prancis, terlebih keduanya sama-sama tampil kompetitif sepanjang sesi kualifikasi.
Francesco "Pecco" Bagnaia dikenal sebagai pebalap utama tim Ducati Lenovo yang telah mengukir sejarah besar di era modern MotoGP. Dengan gaya balap yang presisi dan ketenangan luar biasa di bawah tekanan, ia berhasil meraih gelar juara dunia kelas utama berturut-turut pada tahun 2022 dan 2023.
Prestasi tersebut tidak hanya mengembalikan kejayaan pabrikan Borgo Panigale setelah penantian panjang belasan tahun, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai murid tersukses dari akademi balap milik Valentino Rossi, VR46 Riders Academy.
Meskipun dikenal memiliki pembawaan yang tenang di luar lintasan, Bagnaia adalah petarung yang sangat tangguh saat berduel satu lawan satu.
Kombinasi antara keunggulan teknis motor Desmosedici dan kecerdasannya dalam mengelola ban seringkali membuatnya sulit dikejar setelah berhasil memimpin balapan. Karakter "Pecco" yang tekun dan pantang menyerah menjadikannya ikon baru yang sangat disegani di grid MotoGP saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































