Jumali Jum'at, 29 Mei 2026 21:37 WIB

Model terbaru Suzuki WagonR/Ist.
Harianjogja.com, JOGJA – Pemerintah India terus mempercepat transisi menuju penggunaan bahan bakar alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bensin dan diesel.
Langkah terbaru datang dari produsen otomotif terbesar di India, Maruti Suzuki, yang dikabarkan akan menghadirkan model kendaraan berbasis flex fuel atau etanol.
Dua model yang disebut berpotensi menggunakan teknologi tersebut adalah Suzuki Wagon R dan Suzuki Fronx.
Peluncuran resmi kendaraan ramah lingkungan ini direncanakan berlangsung pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Menurut laporan Autocar India, momentum tersebut dipilih sebagai simbol komitmen India dalam mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.
Kepastian pengembangan kendaraan etanol ini juga disampaikan oleh Menteri Transportasi Jalan dan Jalan Raya India, Nitin Gadkari.
Ia menyebut kendaraan baru tersebut mampu menggunakan bahan bakar E100 atau etanol murni 100 persen.
“Kendaraan dengan mesin flex-fuel seperti ini akan segera diperkenalkan dalam skala besar. Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini, akan ada sebuah acara di Delhi, di mana Maruti Suzuki meluncurkan kendaraan yang berjalan menggunakan 100 persen etanol,” ujarnya.
Sebelumnya, Maruti Suzuki telah memamerkan prototipe Suzuki Wagon R flex fuel di ajang Bharat Mobility Global Expo 2024.
Sementara itu, versi E85 dari Suzuki Fronx telah diperkenalkan pada Japan Mobility Show 2025.
Teknologi flex fuel memungkinkan kendaraan menggunakan campuran bensin dan etanol dengan kadar tinggi, bahkan hingga E100 tanpa campuran bahan bakar fosil.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari roadmap besar India dalam membangun ekosistem energi berbasis etanol.
Nitin Gadkari juga menyebut sejumlah produsen otomotif global seperti Toyota, Tata Motors, Mahindra, hingga Suzuki tengah mengembangkan teknologi serupa.
India sendiri telah menerapkan standar bahan bakar E20, dan tengah menyiapkan standar lebih tinggi seperti E22 hingga E30 untuk mendukung transisi energi.
Kehadiran mobil E100 dari Maruti Suzuki diperkirakan menjadi tonggak penting dalam industri otomotif India.
Selain menekan emisi karbon dan mengurangi impor bahan bakar fosil, teknologi ini juga dinilai berpotensi menjadi solusi transportasi berkelanjutan di masa depan.
Langkah India tersebut juga dapat menjadi referensi bagi negara lain, termasuk Indonesia yang memiliki potensi besar dalam pengembangan etanol berbasis komoditas lokal seperti tebu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































