Jumali Rabu, 12 Agustus 2026 10:57 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan arahan kepada anak didiknya saat melawan Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). Indonesia kalah dengan skor 0-3. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.\r\n
Harianjogja.com, JOGJA— Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal ASEAN Championship 2026 kembali memperpanjang penantian panjang publik sepak bola nasional untuk meraih gelar juara Asia Tenggara. Sudah tiga dekade berlalu sejak Indonesia terakhir kali berharap mengangkat trofi regional, namun impian itu kembali tertunda.
Hasil mengecewakan di turnamen kali ini juga memunculkan sorotan terhadap pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Media Vietnam, dantri.com.vn, menilai pencapaian pelatih asal Kanada tersebut masih berada di bawah dua pendahulunya, yakni Shin Tae-yong dan Alfred Riedl.
Indonesia Kembali Gagal Lewati Fase Grup
Indonesia mengakhiri ASEAN Championship 2026 di peringkat ketiga Grup A. Hasil tersebut membuat skuad Garuda gagal menembus semifinal untuk kedua kalinya secara beruntun setelah sebelumnya juga tersingkir pada fase grup edisi 2024.
Kegagalan itu terasa semakin menyakitkan karena Timnas Indonesia saat ini diperkuat banyak pemain naturalisasi dan pemain berpengalaman yang diharapkan mampu mengangkat prestasi tim.
Bagi Herdman, hasil tersebut membuat dirinya tercatat sebagai pelatih ke-10 yang belum mampu mengakhiri puasa gelar Indonesia di ajang yang dulu dikenal sebagai Piala AFF.
Rekam Jejak Shin Tae-yong dan Alfred Riedl Jadi Pembanding
Dantri menilai reputasi dan pencapaian Shin Tae-yong maupun Alfred Riedl bersama Indonesia masih lebih menonjol dibandingkan Herdman.
Alfred Riedl dikenang karena berhasil membawa Indonesia mencapai final Piala AFF 2016. Meski akhirnya kalah dari Thailand dan harus puas sebagai runner-up, pencapaian tersebut tetap menjadi salah satu prestasi terbaik Tim Garuda dalam satu dekade terakhir.
Sementara itu, Shin Tae-yong menunjukkan konsistensi selama menangani Indonesia di tiga edisi turnamen Asia Tenggara.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut sukses mengantar Indonesia menjadi runner-up pada Piala AFF 2020 dan menembus semifinal pada edisi 2022. Baru pada Piala AFF 2024 Tim Garuda gagal lolos dari fase grup, yang kemudian menjadi akhir masa kepelatihannya bersama Indonesia.
Sebaliknya, Herdman yang datang dengan reputasi mentereng setelah sukses menangani tim nasional Kanada, termasuk membawa negara itu tampil di Piala Dunia, belum mampu membawa Indonesia melewati fase grup pada turnamen pertamanya.
Herdman Tetap Dipertahankan
Sorotan lain yang diangkat media Vietnam adalah keputusan PSSI yang tetap mempertahankan Herdman meski gagal mencapai target.
Situasi ini berbeda dengan Shin Tae-yong yang harus mengakhiri kiprahnya setelah Indonesia tersingkir pada fase grup Piala AFF 2024.
Perbedaan perlakuan tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan pengamat sepak bola regional mengenai tolok ukur evaluasi yang diterapkan federasi terhadap pelatih Timnas Indonesia.
Piala Asia 2027 Jadi Ujian Besar
Meski mendapat kritik, posisi Herdman untuk saat ini masih aman. Pelatih berusia 51 tahun itu masih terikat kontrak hingga 2027 dan tetap mendapat kepercayaan memimpin Timnas Indonesia.
Tantangan berikutnya adalah membawa Indonesia tampil kompetitif pada Piala Asia 2027, yang diproyeksikan menjadi tolok ukur utama keberhasilannya bersama skuad Garuda.
Sebelum itu, Indonesia akan menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober mendatang. Tim Garuda tergabung di Grup A bersama India, Singapura, dan Malaysia.
PSSI dikabarkan menargetkan gelar juara pada turnamen tersebut. Karena itu, Herdman diperkirakan akan menurunkan komposisi pemain terbaik yang dimiliki Indonesia guna menjawab kritik sekaligus membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih.
Tekanan Kian Besar
Dengan catatan 30 tahun tanpa gelar di Asia Tenggara, ekspektasi publik terhadap Timnas Indonesia terus meningkat. Kehadiran pemain-pemain berkualitas dan investasi besar dalam pengembangan tim membuat tuntutan hasil semakin tinggi.
Kini, tekanan berada di pundak John Herdman. Jika gagal membawa Indonesia meraih prestasi dalam turnamen-turnamen mendatang, perbandingan dengan Shin Tae-yong maupun Alfred Riedl diperkirakan akan terus menghantui perjalanan kariernya bersama Tim Garuda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































