Menteri Agama Nasaruddin Umar saat diwawancarai Republika di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, GOWA — Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar mengingatkan umat Islam agar tidak semata-mata mengejar Lailatul Qadar saat menjalani ibadah Ramadhan, melainkan lebih memfokuskan diri untuk mencari ridha Allah SWT sebagai sumber segala kemuliaan ibadah.
Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan tausiyah dalam Pengajian Akbar di Masjid UIN Alauddin Kampus 2, Gowa, Sulawesi Selatan.
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini menjelaskan, peringatan Isra’ Mi’raj yang hadir menjelang Ramadhan merupakan “prolog” atau persiapan spiritual bagi umat Islam agar memasuki bulan suci dengan kesiapan batin, bukan sekadar menjalankan ritual formal.
“Menjelang mulai syukur Ramadan, Bapak-Ibu sekalian, ada prolog yang Allah berikan kepada kita semuanya sebagai shock therapy untuk menghadapi Ramadhan, yaitu Isra’ Mi’raj,” ujar Nasaruddin dalam siaran pers Kemenag, Senin (9/2/2026).
Ia menegaskan, Ramadhan harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kesucian dalam hubungan dengan sesama manusia dan alam semesta. Ibadah, kata dia, tidak boleh berhenti pada dimensi personal, tetapi harus melahirkan empati dan solidaritas sosial.
“Kita jangan mengejar Lailatul Qadr. Mana lebih penting kita mencari Lailatul Qadr atau mencari yang menurunkan Lailatul Qadr? Lailatul Qadr itu makhluk, surga itu makhluk. Yang kita butuhkan adalah siapa yang menurunkan Lailatul Qadr, Allah SWT,”ucap Nasaruddin.

4 weeks ago
32

















































