Roti menjadi makanan pokok di Mesir. Subsidi pangan memprioritaskan bagi 70 persen warga yang berpenghasilan menengah ke bawah
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ada satu kebiasaan unik yang sejak lama melekat pada masyarakat Mesir yaitu penghormatan mereka terhadap roti. Bukan sekadar makanan pokok, roti di mata rakyat Mesir adalah simbol kehidupan itu sendiri.
Seseorang mungkin melihat sisa daging, sayuran, atau buah tergeletak di jalan tanpa terlalu peduli. Bahkan potongan telur, buah, atau puntung rokok yang jatuh dari tangan sering dibiarkan begitu saja. Namun berbeda halnya jika yang jatuh adalah sepotong roti.
Orang Mesir—terutama masyarakat desa—akan segera berhenti, membungkuk, membaca basmalah, lalu mengambil roti itu dengan penuh penghormatan.
Debu yang menempel akan ditiup perlahan, kemudian roti tersebut dicium sebelum dibawa pulang atau disimpan di tempat yang dianggap aman.
Di desa-desa Mesir, saat orang-orang makan bersama, roti biasanya diletakkan di tempat khusus, di atas kain atau di sisi yang bersih. Bila remah-remahnya jatuh ke tanah, mereka akan segera memungutnya dan menciumnya. Jika ada seseorang yang membiarkan remah itu begitu saja, ia akan ditegur.
Mereka memiliki pepatah terkenal:
اللي ما يلم النعمة يعمى
“Siapa yang tidak menghormati nikmat, akan buta.”
Menariknya, kata “nikmat” dalam tradisi mereka sering kali hanya merujuk pada roti. Bahkan roti juga disebut ‘isy—yang secara harfiah berarti “kehidupan”. Sebab bagi mereka, roti memang identik dengan hidup itu sendiri.

5 hours ago
3

















































