Menpora Erick Thohir: Event Olahraga Kelas Dunia Jadi Motor Ekonomi

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menpora Erick Thohir menegaskan penyelenggaraan ajang olahraga internasional di Indonesia tidak lagi sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Menurutnya, event olahraga kini telah menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Jangan sampai ada persepsi bahwa olahraga itu hanya menjadi beban. Semua orang berpikirnya hanya soal biaya, biaya, dan biaya. Padahal olahraga saat ini sudah menjadi revenue center, menjadi sumber pendapatan tambahan bagi negara," kata Menpora Erick saat menanggapi rencana pertandingan Chelsea melawan AC Milan pada 8 Agustus mendatang di Indonesia, Selasa (28/7/2026).

Menurut Menpora Erick, laga internasional memberikan dampak ekonomi yang luas. Penjualan tiket menghasilkan transaksi ekonomi, pemerintah memperoleh pemasukan dari pajak, sementara Indonesia juga mendapatkan promosi di mata dunia.

Ia menjelaskan, sejalan dengan arahan Presiden, pertumbuhan ekonomi baru harus didorong melalui berbagai sektor, termasuk industri olahraga dan sport tourism. Karena itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga kini memiliki deputi yang secara khusus menangani industri olahraga, yang sebelumnya belum pernah ada.

Erick mengapresiasi promotor maupun pihak swasta yang mampu menghadirkan pertandingan kelas dunia ke Indonesia. Pemerintah, kata dia, akan memberikan dukungan semaksimal mungkin sesuai kemampuan yang dimiliki.

Ia menambahkan, kehadiran laga internasional juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan eksposur sepak bola Indonesia di tingkat global.

Menjawab kemungkinan klub-klub besar Eropa menghadapi Timnas Indonesia, Erick menegaskan tim nasional seharusnya bertanding melawan tim nasional negara lain karena pertandingan tersebut berkaitan dengan perolehan poin FIFA.

Ia mengatakan fokus PSSI saat ini adalah membangun klub-klub Indonesia agar semakin profesional melalui penerapan club licensing, kepemilikan stadion yang memadai, serta pengelolaan yang sehat.

Erick menjelaskan Kementerian Pemuda dan Olahraga telah bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan kementerian terkait untuk mendorong pemanfaatan aset pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar dapat digunakan oleh klub-klub olahraga, termasuk sepak bola.

Menurut dia, apabila kondisi finansial klub semakin sehat, maka klub-klub Indonesia akan memiliki peluang menghadapi tim-tim elite dunia.

"Kalau nanti ada Manchester United melawan Persija, atau Persib melawan Paris Saint-Germain, tentu bagus. Hanya, mungkin saat ini nilai komersial maupun level kompetitifnya belum sampai ke sana," ujarnya.

Saat ini, menurut Erick, pertandingan seperti Chelsea melawan AC Milan merupakan langkah yang realistis. Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya Aston Villa datang ke Indonesia untuk menghadapi tim All-Star, bukan Timnas Indonesia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|