Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 14:57 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Menseneg) Prasetyo Hadi. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
“Tidak ada, tidak benar itu,” kata Prasetyo menjawab pertanyaan wartawan dalam acara akad nikah Kepala Sekretariat Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo untuk merespons kabar yang beredar di media sosial mengenai penunjukan Haji Isam oleh Presiden Prabowo untuk memimpin operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.
Prasetyo mengatakan pemerintah memang meminta seluruh pihak ikut berkontribusi dalam penanganan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Namun, dia menegaskan Haji Isam tidak ditunjuk sebagai koordinator.
“Bahwa semua pihak diminta ikut membantu, iya, tetapi kalau menjadi koordinator itu tidak, karena kewenangannya bukan di situ,” katanya.
Pemerintah Kerahkan Ribuan Personel
Terkait penanganan karhutla, Prasetyo mengatakan pemerintah pusat telah menunjuk sejumlah pejabat setingkat menteri untuk menangani kebakaran di sejumlah wilayah yang menjadi prioritas.
Pemerintah juga meningkatkan upaya pengendalian karhutla di Kalimantan dan Sumatera dengan mengerahkan 12.880 personel. Mereka dilibatkan dalam pemadaman, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pemantauan kualitas udara.
Enam provinsi menjadi perhatian khusus pemerintah karena dinilai sebagai wilayah prioritas rawan karhutla. Keenamnya yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Presiden Prabowo sebelumnya memimpin rapat penanganan karhutla di Kalimantan. Rapat tersebut termasuk koordinasi dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8/2026).
Dalam rapat tersebut, pemerintah mengarahkan penambahan sejumlah peralatan dan fasilitas untuk mendukung operasi pemadaman. Bantuan yang disiapkan antara lain empat helikopter water bombing, 100 unit pompa air, 2.000 unit alat pelindung diri (APD), cangkul gepyok, sumur bor, dan selang air.
Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dengan menambah sekitar 1.500 personel TNI serta enam helikopter untuk mendukung pemadaman.
Langkah tersebut disiapkan setelah Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Rapat digelar setelah Prabowo tiba di Pangkalan TNI AU Supadio untuk menerima laporan terbaru mengenai kondisi kebakaran.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo meminta penanganan karhutla dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berorientasi langsung pada kondisi di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































