Hizbullah, sayap militer yang berhasil mengusir Israel dari Lebanon pada 2006.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Lembaga penyiaran Israel, Rabu (9/1/2026) malam, mengungkapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memberi tahu para menteri pemerintahannya bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberikan "lampu hijau" kepada Israel untuk melancarkan serangan terhadap Lebanon karena Hizbullah menolak menyerahkan senjatanya.
Lembaga penyiaran tersebut, dikutip Aljazeera, Jumat (9/1/2026) menjelaskan Netanyahu menegaskan kepada para menterinya bahwa Israel telah mendapatkan dukungan Washington untuk melakukan tindakan militer terhadap Lebanon jika Hizbullah terus menolak tuntutan untuk melucuti senjatanya.
Pihak Amerika tidak memberikan komentar mengenai laporan lembaga penyiaran Israel mengenai pernyataan Israel tersebut.
Serangan Israel
Dalam konteks yang sama, tentara pendudukan Israel pada Rabu lalu melakukan pengeboman sebuah buldoser di wilayah selatan Lebanon, serta meledakkan sebuah bangunan tempat tinggal, yang merupakan pelanggaran baru terhadap gencatan senjata yang dicapai pada November 2024.
Eskalasi ini terjadi bersamaan dengan penerbangan intensif pesawat tak berawak Israel di ketinggian rendah di atas ibu kota Beirut dan pinggiran selatannya.
Menurut kantor berita Lebanon, pesawat tak berawak milik tentara Israel menargetkan sebuah buldoser di sekitar lingkungan Abu al-Laban di kota Aita al-Shaab di distrik Bint Jbeil.
Badan tersebut menambahkan bahwa pasukan Israel telah meledakkan sebuah bangunan tiga lantai di daerah Bab al-Thaniya, sebelah barat kota Khiam, tanpa menjelaskan cara peledakan tersebut.

1 month ago
22
















































