PAD Wisata Bantul Sentuh Rp1 Miliar dalam Sepekan Liburan

4 hours ago 3

PAD Wisata Bantul Sentuh Rp1 Miliar dalam Sepekan Liburan

Delman wisata tengah menunggu wisatawan di Pantai Parangtritis, Rabu (25/2/2026). - Harian Jogja/Yosef Leon

Harianjogja.com, BANTUL—Masa libur sekolah masih menjadi berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Bantul. Ribuan wisatawan memadati berbagai destinasi unggulan, terutama kawasan pantai selatan, sehingga mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi wisata hingga menembus angka Rp1 miliar dalam waktu sepekan.

Data Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menunjukkan jumlah kunjungan wisata selama periode 29 Juni hingga 5 Juli 2026 mencapai 74.887 orang. Tingginya mobilitas wisatawan tersebut menghasilkan PAD sebesar Rp1.000.008.000.

Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan daya tarik destinasi wisata di Bantul masih kuat di tengah persaingan dengan berbagai daerah tujuan wisata lainnya.

"Data kunjungan wisata pada periode 29 Juni sampai 5 Juli mencapai 74.887 orang dengan PAD sebesar Rp1.000.008.000," katanya, Selasa (7/7/2026).

Menurut Markus, kawasan pantai selatan masih menjadi magnet utama kunjungan wisatawan selama musim liburan. Arus wisatawan yang terus mengalir turut memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat sekitar destinasi.

Selain mencatat tingginya jumlah kunjungan, Dispar Bantul juga mulai mengevaluasi kebijakan penyesuaian tarif retribusi di kawasan wisata Pantai Barat. Tarif masuk yang kini ditetapkan sebesar Rp5.000 mulai menunjukkan dampak terhadap peningkatan jumlah pengunjung.

Berdasarkan evaluasi awal, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Pantai Barat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan data kunjungan pada 28 Juni lalu.

"Kalau dibandingkan data tanggal 28 Juni, wilayah barat mengalami kenaikan 100 persen. Tetapi kalau dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kelihatannya belum begitu berpengaruh," ujar Markus.

Meski demikian, pihaknya belum ingin terburu-buru menyimpulkan bahwa penurunan tarif menjadi faktor utama meningkatnya kunjungan. Sebab, pergerakan wisatawan dipengaruhi banyak variabel, mulai dari momentum libur sekolah, kondisi cuaca, hingga tren perjalanan masyarakat.

Karena itu, Dispar Bantul akan terus memantau perkembangan kunjungan dalam beberapa pekan ke depan guna mengukur efektivitas kebijakan tarif baru tersebut terhadap pertumbuhan wisatawan.

Di tengah ramainya aktivitas wisata, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap aspek keselamatan pengunjung, terutama di kawasan pantai selatan yang dikenal memiliki karakter ombak kuat dan arus berbahaya.

Markus mengingatkan wisatawan untuk mematuhi seluruh arahan petugas keamanan serta memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang di area pantai.

"Pengunjung diharapkan memperhatikan tanda-tanda yang dipasang petugas keamanan dan tidak bermain air terlalu ke selatan karena kondisi ombak bisa berubah sewaktu-waktu," katanya.

Ia menjelaskan, gelombang di pantai selatan dapat berubah dengan cepat. Karena itu, wisatawan diminta tidak hanya memperhatikan ombak yang datang dari depan, tetapi juga dari arah samping yang kerap mengejutkan pengunjung.

Selain ancaman gelombang tinggi, wisatawan juga diminta mewaspadai keberadaan ubur-ubur yang pada musim tertentu kerap muncul di sejumlah titik pantai. Jika menemukan ubur-ubur di area wisata, pengunjung diimbau segera melaporkannya kepada petugas.

Perhatian khusus juga diberikan kepada keluarga yang membawa anak-anak. Menurut Markus, pengawasan orang tua menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan saat berwisata.

"Orang tua jangan membiarkan anak-anak bermain sendiri. Pengawasan harus terus dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Satgas Linmas Jogo Segoro Pantai Parangtritis dan Depok, Arief Nugraha, memastikan kondisi pantai selatan Bantul saat ini relatif aman untuk aktivitas wisata.

Menurut dia, gelombang laut masih terpantau landai. Namun demikian, wisatawan tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu.

"Untuk saat ini ombak relatif landai dan kondisi pantai aman. Meski demikian, pengunjung tetap harus berhati-hati saat berada di kawasan pantai," kata Arief.

Ia menjelaskan pengamanan kawasan pantai didukung oleh 57 personel Jogo Segoro dan 69 anggota Satlinmas yang disiagakan di sepanjang kawasan Pantai Parangtritis hingga Depok.

Petugas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga siap memberikan pertolongan apabila terjadi kondisi darurat di kawasan wisata.

Arief mengingatkan wisatawan untuk tetap waspada terhadap fenomena rip current atau arus balik yang sering kali tidak terlihat meski kondisi laut tampak tenang.

"Selalu waspada terhadap rip current dan patuhi rambu-rambu yang sudah dipasang di sepanjang pantai. Selain itu, ikuti juga arahan petugas yang berjaga di lapangan agar aktivitas berwisata tetap aman," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|